PT KONTAK PERKASA  FUTURES – Berikut adalah lima hal yang perlu Anda ketahui di pasar finansial pada hari Rabu 22 Juni:

1. Jajak pendapat Brexit lanjutan menunjukkan meningkatnya dukungan bagi kampanye ‘Tetap’

Dua jajak pendapat yang dirilis hari Senin mengindikasikan bahwa dukungan kampanye ‘Tetap’ kembali memimpin suara daripada kampanye “Keluar” dari Uni Eropa, hanya dua hari menjelang referendum yang sangat diantisipasi tersebut berlangsung.

Poling ORB untuk surat kabar Daily Telegraph menunjukkan bahwa dukungan untuk ‘Tetap’ berada di 53%, naik 5% dari sebelumnya, sedangkan dukungan untuk ‘Tinggalkan’ pada 46%, turun 3%.

Badan peneliti sosial NatCen juga menerbitkan sebuah survei yang menemukan bahwa kampanye ‘Tetap’ berjumlah 53% dan ‘Tinggalkan’ pada 47%.

Namun, poling online oleh YouGov untuk The Times menunjukkan ‘Tinggalkan’ berada di 44%, naik 1%, dengan ‘Tetap’ pada 42%, turun 2%. Survei yang dilakukan selama akhir pekan setelah pembunuhan Jo Cox, anggota Partai Buruh dan pendukung keanggotaan Uni Eropa.

Pound naik ke 1,4783 terhadap dolar AS, level tertinggi sejak Januari 4. Sterling reli sekitar tiga sen di hari Senin, keuntungan terbesar satu hari dalam hampir delapan tahun, menumbuhkan harapan bahwa Inggris akan memilih untuk tetap di Uni Eropa dalam referendum pada akhir pekan ini.

2. Mahkamah konstitusi Jerman menyetujui program pembelian obligasi ECB

Pengadilan Konstitusi Jerman memutuskan pada hari Selasa bahwa skema pembelian obligasi darurat yang dibuat oleh Bank Sentral Eropa pada puncak krisis utang zona euro sesuai dengan hukum Jerman, mengakhiri sengketa hukum beberapa tahun atas program ini.

Program, yang disebut Outright Monetary Transactions, atau OMT, diciptakan pada bulan September 2012, setelah Presiden ECB Mario Draghi berjanji untuk melakukan “apa pun” demi menyelamatkan euro dan mencegah zona euro dari ledakan akibat puncak krisis utang tersebut.

Kasus ini dibawa oleh 35.000 politisi Jerman dan akademisi yang berpendapat bahwa yang disebut skema OMT melanggar hukum Eropa.

Draghi akan memberi testimoni kebijakan moneter sebelum Komite Ekonomi dan Moneter Urusan Parlemen Eropa, di Brussels pada pukul 20.00 WIB.

3. Ketua Fed Yellen bertestimoni

Ketua Federal Reserve Janet Yellen dijadwalkan untuk bertestimoni tentang ekonomi sebelum Komite Perbankan Senat pada pukul 21.00 WIB, nanti malam. Selanjutnya, ia akan tampil di depan Komite Dewan Jasa Keuangan, Rabu besok.

Pidatonya ini datang kurang dari seminggu setelah bank sentral AS mempertahankan suku bunga tetap mendekati rekor terendah dan menurunkan proyeksi untuk kenaikan pada tahun 2017 dan 2018.

Menurut perangkat FedWatch Grup CME (NASDAQ:CME), pelaku pasar menghargai kesempatan 12% untuk kenaikan suku bunga pada bulan Juli dan 33% untuk bulan September. Peluang untuk kenaikan suku bunga bulan Desember mencapai 54%.

4. Pasar saham global “rehat” setelah reli di hari Senin

Saham berjangka AS menunjukkan kenaikan kecil pada pembukaan di Selasa, dengan investor menunggu komentar dari Ketua Federal Reserve Janet Yellen dan mengamati perkembangan terkait Brexit.

Di tempat lain, pasar saham Eropa beragam dalam perdagangan yang tenang, setelah pasar berhenti mengikuti kenaikan tajam di sesi sebelumnya dan berbalik untuk menanti pidato Presiden Bank Sentral Eropa Mario Draghi sesaat lagi dan testimoni dari Ketua Federal Reserve Janet Yellen.

Sebelumnya, pasar Asia ditutup beragam, dengan sebagian besar pasar utama memperpanjang reli global pada hari Senin setelah berkurangnya kekhawatiran Brexit.

5. Minyak jatuh untuk pertama kalinya dalam 3 hari

Harga minyak tertekan melemah di hari Selasa, jatuh untuk pertama kalinya dalam tiga hari karena para pelaku pasar melihat ke depan tentang informasi mingguan terbaru stok minyak AS.

American Petroleum Institute akan merilis laporan persediaannya nanti, sementara laporan pemerintah pada hari Rabu besok bisa menunjukkan stok minyak mentah turun 1,9 juta barel dalam pekan yang berakhir 17 Juni.

Minyak mentah AS dicelupkan lemah 30 sen, atau 0,6%, ke $49,66, selama sesi awal di New York, sementara Brent turun 40 sen, atau 0,8%, pada $50,25 per barel.(hnm) – KONTAK PERKASA FUTURES