6 Hal yang Sebenarnya salah tapi Selama ini Dianggap Benar KontakPerkasa Futures, Salah tetaplah salah. Namun bagaimana kalau suatu kesalahan selama ini malah selalu dianggap benar? Mungkin kamu tidak percaya kalau hal seperti itu ternyata ada. Tak hanya satu, tapi ada beberapa kesalahan yang meskipun telah dijelaskan berkali-kali kebenarannya, banyak manusia yang masih saja mengabaikannya, dengan kata lain, mereka tidak mau dibenarkan. Parahnya, hal-hal seperti itu telah lama mendarah daging di sebagian besar manusia. Hal-hal seperti apakah itu?
 
6 hal yang sebenarnya salah, tapi selama ini selalu dianggap benar :
  1. Bunglon berubah warna menurut wilayah sekitar

    Sejak dari SD, kita tentu telah mempelajari jika bunglon memiliki kemampuan mimikri, yang artinya dapat merubah warna kulitnya sebagai bentuk perlindungan diri. Ada yang menganggap jika bunglon di dalam tanah, maka warnanya akan berubah kecoklatan.
    Lalu saat di pohon, kulit bunglon akan berwarna hijau. Meskipun bunglon nampak berubah warna sesuai keadaan sekitar, namun kenyataannya tidak begitu. Perubahan warna pada kulit bunglon ternyata tergantung dari cahaya, suhu, serta mood, bukan warna objek di  sekitarnya.

  2. Tembok Besar China bisa dilihat dari luar angkasa

    Banyak anggapan jika tembok besar China bisa dilihat dari luar angkasa. Mungkin karena saking besar dan panjangnya. Namun hal tersebut ternyata tidak benar. Hal ini dikoreksi oleh angkasawan dari Apollo yang mengkonfirmasi bahwa tembok besar China itu tidak bisa dilihat dari bulan.

  3. Sydney adalah ibu kota Australia

    Masih banyak juga yang menyebut Kota Sydney sebagai ibukota Australia. Hal ini mungkin karena Sydney Opera House yang selalu muncul ketika orang mencari Australia, yah seperti Singapore dengan patung singanya. Tapi setelah baca ini, kamu harus tahu jika Ibu kota Australia adalah Canberra bukan Sydney.

  4. Banteng sensitif dengan warna merah

    Ketika melihat pertandingan matador spanyol di tv, kita selalu disuguhkan pertarungan antara sang matador dengan banteng, dimana si matador melambai-lambaikan warna merah ke arah banteng, yang kemudian akan dikejar banteng.

    Hal ini membuat suatu pemahaman jika banteng sensitif dan agresift terhadap warna merah. Kenyataannya, banteng hanya bisa melihat warna biru dan kuning. Lalu kenapa mereka sensitif dengan warna merah? Hal itu tak lain karena banteng terpengaruh oleh gerakan orang yang melambaikan kain merah. Jadi oleh gerakannya, bukan warnanya.

  5. Kopi terbuat dari biji

    Banyak orang salah sebut jika kopi terbuat dari biji. Kenyataannya, kopi merupakan buah. Bunga dari tanaman kopi tumbuh menjadi buah yang di dalamnya terdapat biji kopi.

  6. Area lidah yang berbeda bisa mendeteksi rasa yang berbeda

    Masih tentang pelajaran IPA SD. Masih ingatkah kamu dimana lidah mengecap rasa pahit, manis, asam dan asin? Misalnya kalau rasa pahit tempatnya di lidah bagian belakang. Namun, hal itu ternyata tak sepenuhnya benar. Pada dasarnya ketika mendeteksi sebuah rasa, semua wilayah lidah merasakannya, akan tetapi tingkat sensitifitasnya yang berbeda-beda.

Itulah 6 hal yang sebenarnya salah, tapi selama ini selalu dianggap benar oleh banyak orang. Semoga setelah membaca ini, pengetahuan kita bertambah dan bisa memperbaiki kesalahan yang selama ini selalu dibenarkan. (hnm)

Artikel: kontakperkasa futures.