Abaikan Lonjakan Stok Minyak Mentah AS, Minyak Naik Imbas Pelemahan Dolar KontakPerkasa Futures, Minyak naik seiring jatuhnya dolar mengalahkan kekhawatiran di pasar atas kenaikan tajam dalam stok minyak mentah AS untuk lebih dari 500 juta barel untuk pertama kalinya sejak tahun 1930.

Komoditas mengalami reli seiring Bloomberg Dollar Index, yang melacak mata uang terhadap mata uang utama, turun sebanyak 1,9 persen. Harga minyak sempat turun setelah Administrasi Informasi Energi melaporkan bahwa stok minyak mentah AS naik 7.790.000 barel menjadi 502.700.000 pekan lalu. Itu hampir dua kali lipat peningkatan 4 juta barel yang diproyeksikan oleh analis yang disurvei oleh Bloomberg.

Minyak turun ke level terendah 12-tahun pada bulan Januari di tengah meluapnya stok minyak mentah AS dan prospek untuk meningkatkan ekspor dari Iran setelah pencabutan sanksi mereka. Penurunan minyak terus mengambil korban pada produsen minyak: Exxon Mobil Corp mengurangi anggaran pengeboran ke level terendah dalam 10-tahun, dan rating kredit Chevron Corp. dipotong oleh Standard & Poor untuk pertama kalinya dalam hampir tiga dekade.

West Texas Intermediate untuk pengiriman Maret naik US $ 2,40, atau 8 persen, untuk bertengger di level $ 32,28 per barel di New York Mercantile Exchange. Minyak turun 11 persen pada hari Senin dan Selasa, yang merupakan penurunan dua hari terbesar dalam hampir tujuh tahun. Volume semua berjangka yang diperdagangkan yakni 93 persen di atas 100-hari rata-rata di 02:45

Brent untuk pengiriman April naik $ 2,32, atau 7,1 persen, ke level $ 35,04 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Minyak mentah patokan Eropa ini ditutup pada premi $ 1,18 untuk WTI April. (hnm)

Artikel: kontakperkasa futures.