PT KONTAK PERKASA  FUTURES – Sensasi Islandia di Piala Eropa 2016 dipimpin oleh sesosok pria kekar, bertato, dengan wajah brewokan dan janggut lebat. Aron Gunnarsson laksana petarung Viking yang sedang berusaha menaklukkan Prancis.

Selain tongkrongannya yang garang namun kharismatik, dan menjadi pemimpin di sentral lapangan, salah satu ciri khas dari penampilan Gunnarsson di lapangan adalah saat melakukan lemparan ke dalam. Itulah sebuah senjata rahasia gelandang klub Cardiff City tersebut.

Lemparan Gunnarsson mematikan, berpotensi menciptakan peluang-peluang, terutama jika dilakukan di areal pertahanan tim lawan, karena bisa dilontarkan jauh sampai ke kota penalti. Mirip dengan eks pesepakbola Republik Irlandia, Rory Delap.

Usut punya usut, kekuatan lemparan ke dalam Gunnarsson erat kaitannya yang cabang olahraga bola tangan, yang ternyata pernah ia geluti di awal kariernya sebagai olahragawan.

Gunnarsson dulunya merupakan pemain bola tangan yang berbakat. Ia sudah bermain di liga bola tangan di Islandia ketika berumur 15 tahun bersama saudaranya, Arnor. Namun, ia memilih untuk fokus berkarier di sepakbola dan pindah ke Belanda untuk bergabung dengan klub AZ Alkmaar di usia 17 tahun.

Tentu saja, lemparan ke dalam bukan hanya satu-satunya kelebihan Gunnarsson. Sebagai kapten, ia mampu memotivasi rekan-rekan setimnya. Ia sangat ambisius dan, yang terpenting, kompetitif. Sifat kompetitifnya ini terlihat dari gaya mainnya yang cukup keras.

Saudara kandungnya, Arnor, yang kini bermain sebagai pemain bola tangan profesional di Jerman dan memperkuat timnas Islandia, mengungkapkan sifat kompetitif saudaranya itu datang dari kebiasaan masa kecil mereka. Ia mengungkapkan bahwa ia dan saudaranya itu suka berkompetisi dalam hal-hal kecil lainnya, di luar bola tangan yang mereka tekuni.

“Waktu kami sedang tidak bertanding di bola tangan, kami suka berkompetisi dalam hal-hal kecil seperti siapa yang menghabiskan makanan paling cepat, atau siapa yang mampu berlari ke mobil keluarga kami paling cepat. Kami saling tidak mau kalah,” ucap Arnor dikutip dari The Guardian.

Gaya main Gunnarsson, yang berperan sebagai jangkar tim, juga makin berkembang setelah dilantik sebagai kapten di tahun 2012, empat tahun setelah melakoni debutnya di timnas Islandia. Gunnarsson dulu, layaknya pemain muda yang kelebihan energi — sering berlari tanpa peduli posisinya di lapangan. Namun, kini ia menjalani perannya dengan lebih matang. Ia mampu bermain dengan lebih bijak dan menjadi jembatan penghubung antarlini.

“Gunnarsson bermain dengan sangat baik dan ia memberi kami keseimbangan,” ujar pelatih Islandia, Lars Lagerback.

Setelah ikut membawa negaranya ke turnamen Piala Eropa pertama kali sepanjang sejarah, Gunnarsson, bersama Islandia terus menciptakan kejutan di Euro 2016. Setiap orang yang dekat dengan Gunnarsson pasti turut berbangga, karena pria 27 tahun itu adalah pemimpin dalam perjalanan bak dongeng bagi negara yang hanya berpenduduk 330 ribu jiwa itu.  (hnm) – KONTAK PERKASA FUTURES