PT KONTAK PERKASA FUTURES – Kekalahan Arsenal dinilai tak terlepas dari minimnya pengalaman bek-bek mereka. The Gunners tak bisa benar-benar bangkit dari pukulan telak Liverpool.

Arsenal kalah 3-4 saat menjamu Liverpool di Emirates Stadium, Minggu (14/8/2016) malam WIB. Unggul lebih dulu lewat sepakan Theo Walcott, Arsenal lantas kebobolan empat kali beruntun.

Gol Philippe Coutinho lewat tendangan bebas hanya sesaat sebelum turun minum dinilai jadi titik baliknya. Di awal babak kedua, The Gunners lantas digelontor tiga gol beruntun lewat Adam Lallana, Coutinho, dan Sadio Mane.

Dua gol, masing-masing dari Alex-Oxlade Chamberlain dan Calum Chambers, sempat menghidupkan kembali peluang Arsenal. Tapi tak ada gol lagi sampai pertandingan usai.

Bagi eks bek Manchester United dan tim nasional Inggris Gary Neville, pertandingan tersebut menyajikan pertarungan yang seru dan terbuka, terasa seperti laga turnamen. Yang membedakan kedua tim pada akhirnya adalah lini belakang Arsenal yang disebutnya masih terlalu hijau.

Chambers seperti diketahui baru 21 tahun sementara Holding lebih muda setahun. Neville menilai ada ketiadaan sosok pemimpin di belakang.

“Pertandingannya tidak terasa seperti sebuah laga pekan pembuka. Ada sebuah titik di babak kedua ketika pertandingannya terasa seperti sebuah laga turnamen, dari satu kubu ke kubu lainnya,” kata Neville dikutip Sky Sports.

“Di babak pertama Arsenal adalah tim yang lebih baik, Liverpool sederhananya tidak bermain. Tapi momen besar di pertandingannya adalah tendangan bebas Philippe Coutinho tepat sebelum turun minum. Itu adalah sebuah pukulan pembunuh untuk Arsenal yang kekurangan pengalaman dan kepemimpinan,” tambahnya.

Arsenal tak bisa menurunkan Per Mertesacker dan Gabriel Paulista karena cedera. Sementara Laurent Koscielny belum cukup bugar untuk dimainkan karena sebelumnya mendapatkan libur ekstra usai tampil di Piala Eropa bersama Prancis. (hnm) – KONTAK PERKASA FUTURES