Ashley Williams Lahir di Inggris, Dulu nge-Fans Inggris, Kini Hadapi Inggris KontakPerkasa Futures, Pertandingan Inggris lawan Wales di Piala Eropa 2016 menghadirkan nuansa tersendiri untuk Ashley Williams, kapten Wales yang kelahiran Inggris yang dulu juga sempat jadi fans The Three Lions.

Williams lahir di Wolverhampton, Inggris, pada 23 Agustus 1984 silam. Beberapa bulan menuju ulang tahunnya yang ke-32, pemain asal klub Swansea City itu justru akan menghadapi tim nasional negara kelahirannya ketika Inggris menghadapi Wales.

Sejak 2008 lampau Williams mulai tercatat sebagai pemain Wales dengan ban kapten kemudian mulai melingkari lengannya empat tahun kemudian. Kisah awal dari hal tersebut tak lepas dari naluri pelatih yunior Wales Brian Flynn.

“Saat itu saya bermain untuk Stockport County. Beruntungnya ketika itu kami punya (kiper Wales) Wayne Hennessey yang sedang dipinjamkan, jadi Bryan Flynn datang untuk menyaksikan,” ucap Williams mengenang masa-masa itu seperti dikutip BBC.

“Ia menyukai permainan saya dan ngeh saya punya nama belakang khas Wales. Kemudian Wales menghubungi Stockport apakah ‘Williams’ memiliki akar Wales dan mereka bertanya pada saya dan saya pun bilang ‘ya’. Maka saya pun dipanggil manajer John Toshack,” tuturnya.

Dalam kariernya belakangan, Williams digadang-gadang sebagai salah satu bek terbaik di Premier League. Ketangguhannya di lini belakang ini sudah turut membantu Swansea meraih trofi Piala Liga Inggris 2012–13.

Williams juga diprediksi akan menjadi tembok solid yang takkan mudah dijebol para pemain depan Inggris dalam pertandingan di Stade Bollaert-Delelis, Lens, Kamis (16/6/2016).

“Saya tumbuh di Inggris dan dulu setia mengikuti perjalanan tim sepakbola Inggris. Saat ini terasa sedikit aneh buat saya, tapi saya adalah kapten Wales, seluruh kesetiaan saya adalah buat Wales dan tim sepakbolanya,” ujar Williams.

“Wales dulu tidak ada di radar saya. Saat tumbuh saya tak pernah membayangkan akan ada di sebuah turnamen besar selain jadi suporter saja. Kakek dari garis keturunan ibu saya adalah orang Wales dan saya amat bersyukur karena hal tersebut. Ibu dan ayah saya merasa amat bangga. Saya sudah tinggal di Wales selama 9 tahun, dan sekarang tiap saya main untuk Wales dan lagu kebangsaan dimainkan, ibu saya selalu merasa disarati emosi.

“Beberapa teman Inggris saya kini mendukung Wales, dan ada pula beberapa yang mendukung Inggris dan menginginkan tiket gratis tapi saya mengatakan bahwa mereka takkan dapat tiket hanya untuk menonton Inggris,” ceplosnya setengah berkelakar.

Wales, yang tengah menjalani putaran final Piala Eropa pertamanya, untuk sementara berhak memuncaki klasemen Grup B berkat kemenangan 2-1 atas Slovakia, dengan Inggris dan Rusia di partai lainnya berakhir imbang 1-1. (hnm)

Artikel: kontakperkasa futures.