PT KONTAK PERKASA  FUTURES – Aussie jatuh lebih lanjut di sesi Asia pada hari Selasa setelah situasi politik di Australia mendominasi sentimen di sana dan investor mencatat data perdagangan lebih lemah dari yang diharapkan, sementara yen menguat dengan status safe-haven dan pound jatuh.

USD/JPY bergerak menyentuh 102,14, turun 0,434% di awal sesi Asia. AUD/USD diperdagangkan pada 0,7512, turun 0,37% dengan pasar menunggu hasil akhir dari pemilu federal dan bersiap untuk perundingan politik antar pihak pemimpin untuk membentuk pemerintahan koalisi.

GBP/USD diperdagangkan pada 1,3256, turun 0,23%.

Di Australia, ekspor naik 1% dan impor naik 2% bulan-ke-bulan untuk bulan Mei, dan trade balance datang dengan defisit ​​A$2,21 miliar, lebih besar dari A$ 1,5 miliar terlihat. Juga di Australia, penjualan ritel untuk bulan Mei naik 0,2%, dibandingkan dengan kenaikan 0,3% terlihat bulan-ke-bulan.

Di Cina, PMI jasa Caixin untuk bulan Juni datang di 52,7, lebih baik daripada level yang terlihat di 52,3, dan naik dari 51,2 bulan sebelumnya.

Sebelumnya di Selandia Baru, survei kepercayaan bisnis NZIER untuk kuartal kedua mencapai 19%, dari 2% sebelumnya, dengan kapasitas utilisasi di 92,9%, turun dari 93,2%.

NZD/USD diperdagangkan pada 0,7202, turun 0,32%, setelah survei.

Juga sebelumnya di Australia, indeks jasa AIG untuk bulan Juni datang di 51,3, turun sedikit dari 51,5 bulan sebelumnya.

Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama lain, naik 0,06% ke 95,67.

Semalam, dolar merosot dengan kembali melemah terhadap mata uang utama lainnya, karena investor tetap berhati-hati di tengah ketidakpastian yang sedang berlangsung atas efek global referendum Brexit. GBP/USD naik tipis 0,16% menjadi 1,3288, masih dekat dengan level terendah 31 tahun dari 1,3122 yang terjadi pada 27 Juni, level yang tidak terlihat sejak tahun 1985.

Perusahaan riset Markit dan Chartered Institute of Purchasing & Supply mengatakan pada hari Senin bahwa indeks markit manajer pembelian konstruksi Inggris Raya jatuh ke 46,0 pada bulan Juni dari pembacaan bulan Mei sebesar 51,2.

Ekonom telah memperkirakan indeks akan turun ke 50,5 pada bulan Juni.

Pound telah berada di bawah tekanan jual yang berat sejak Inggris mengagetkan pasar dengan memutuskan untuk meninggalkan Uni Eropa, memicu ketidakpastian atas konsekuensi dari referendum Brexit terhadap perekonomian Inggris dan ekonomi global secara keseluruhan.

Menambah tekanan pada mata uang Inggris, Gubernur Bank of England Mark Carney, akhir pekan lalu, menunjukkan bahwa stimulus lebih lanjut mungkin diperlukan selama musim panas, memicu harapan untuk penurunan suku bunga yang akan datang. (hnm) – KONTAK PERKASA FUTURES