Bagaimana Mengakali Otak Anda untuk Bisa Menabung KontakPerkasa Futures, Ketika membuat sebuah pilihan, pastinya Anda menginginkan hal-hal yang lebih baik.

Pendapat itu adalah asumsi dari teori pemilihan rasional. Teori tersebut, meyakini bahwa seorang individu bertindak untuk memaksimalkan keuntungan pribadi yang bisa mereka dapatkan.

Teori pemilihan secara rasional (rational choice theory) menemukan jalan menuju diktat ekonomi, terkait tindakan manusia dalam melakukan pilihan ekonomi dan menggaris bawahi bahwa setiap keputusan yang dipikirkan secara matang supaya pengambil keputusan mendapatkan keuntungan maksimal dari apa pun yang dilakukan.

Namun, pada kenyataannya kita tidak selalu bersikap rasional setiap waktu.

Kalau teori pilihan rasional itu benar, semua orang akan pergi ke bank untuk menabung dan memiliki jumlah tabungan yang banyak, karena itu adalah hal yang logis untuk dilakukan.

Tapi pada kenyataannya, kita masih bisa melihat banyak orang hidup dari kegiatan “gali lubang tutup lubang“.

Bahkan, dengan kondisinya yang seperti itu, masih banyak orang yang pergi bersenang-senang ke kafe, atau bahkan pergi berjudi dan mempertaruhkan banyak uang, meskipun kecil sekali peluang mereka untuk menang dan mendapatkan uang.

Seringkali kita mengedepankan perasaan, atau insting kita dalam mengambil keputusan. Untuk itu, seringkali kita membeli sesuai dengan dorongan emosi.

Itulah, mengapa iklan di TV seringkali muncul dalam wujud memengaruhi emosi Anda, terutama untuk membeli sebuah barang.

Jadi, bagaimana kita mengakali otak kita, sehingga mau untuk menyimpan uang dan tidak terbawa emosi, atau dorongan ingin membeli secara impulsif? Mari kita intip beberapa riset yang berkaitan dengan hal ini:

Test Marshmallow dan mengontrol diri

Tes Marshmallow adalah eksperimen yang dilakukan pada tahun 1960-an, di mana anak-anak yang mengikuti penelitian ini diberikan sebuah marshmallow dan diberikan pilihan untuk memakan marshmallow itu sekarang, atau mendapat tambahan satu marshmallow lagi, jika mereka menunggu 15 menit dan tidak memakan marshmallow pertama saat itu juga.

Tentu saja, beberapa anak tidak menunggu sampai 15 menit untuk mendapat dua marshmallow, yang mana menjadi suatu pukulan bagi teori pilihan rasional.

Studi lanjutan beberapa tahun kemudian menunjukkan bahwa mereka, anak-anak yang mempunyai kontrol diri bagus dan menunggu 15 menit kemudian untuk mendapat dua marshmallow, mempunyai performa lebih baik secara sosial dan kognitif.

Anak-anak yang bisa mengontrol diri mereka juga mempunyai gaya hidup yang lebih sehat. (hnm)

Artikel: kontakperkasa futures.