PT KONTAK PERKASABeberapa kantor cabang bank asing, Senin (16/1/2017) optimistis dapat menyalurkan kredit sesuai target Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di 9-12 persen pada 2017 karena didorong pemulihan ekonomi domestik dan tekanan ekonomi global yang tidak sekencang 2016.

Bank asal Jerman, Deutsche Bank AG membidik kredit dapat tumbuh hingga 10 persen pada 2017, setelah pada 2016, penyaluran kredit bank tersebut diperkirakan hanya tumbuh lima persen, kata Chief Country Officer Deutsche Bank Kunardy Lie.

“2016 kredit agak stagnan, sedangkan di tahun ini kami lihat ekonomi akan membaik. Di rencana bisnis kami, target kredit tumbuh dapat 10 persen,” kata Kunardy.

Deutsche Bank, ujar dia, membidik penyaluran kredit untuk investor-investor luar negeri yang akan membutuhkan pendanaan bisnis di Indonesia.

Investor asing tersebut diharapkan banyak berpartisipasi untuk pengembangan sektor riil, agar investasi yang ditanamkan dapat berkelanjutan dan memberikan efek ekonomi berlipat.

Di 2016, kata Kunardy, penyaluran kredit memang tertahan karena dia memitigasi risiko kredit bermasalah karena masih lambannya kegiatan ekonomi.

Maka dari itu, di 2016, rasio pinjaman terhadap simpanan (loan to deposit ratio/LDR) Deutsche Bank masih di bawah ketentuan Bank Indonesia yang berada di rentang 78-92 persen.

“Tahun lalu tantangannya adalah perlambatan ekonomi. Banyak kenaikan eksposur juga ke usaha. Jadi tahun lalu kita lebih hati hati,” ujar dia.

Meskipun kredit hanya tumbuh satu digit pada 2016, Kunardy mengatakan permodalan Deutsche tetap kuat. Di akhir 2016, dia mengatakan rasio kecukupan modal (CAR) Deutsche berada di kisaran 30 persen atau lebih tinggi dari rata-rata CAR industri.

KCBA asal Amerika Serikat, Citibank atau Citi Indonesia juga menargetkan pertumbuhan kredit di rentang 9-12 persen.

“Target kami sama dengan yang direncanakan OJK,” kata Citi Country Officer & Country Head Citibank, Batara Sianturi.

Batara mengklaim tidak akan mengalami kesulitan likuiditas atau pendanaan, untuk mendapat pasokan dana guna mengerek penyaluran kredit hingga dua digit.

Dia menepis kekhawatiran akan kembali terjadinya perang suku bunga antara bank-bank kakap guna menarik dana simpanan masyarakat, terutama dana deposan besar.

“Tidak, kan sudah ada batas (capping) OJK kok,” ujar dia.

Sebelumnya, OJK menargetkan industri perbankan dapat tumbuh hingga 12 persen pada 2017, meskipun pada 2016 diperkirakan hanya tumbuh satu digit atau tidak melebihi 9 persen.

OJK melihat penguatan permodalan bank, dan pengelolaan likuiditas bank yang baik akan mendorong pencapaian target tersebut. (hnm) – PT KONTAK PERKASA