Bank Sentral Australia Tahan Suku Bunga, Aussie Catat Gain 2 HariDollar Australia (Aussie) menahan gain selama 2 hari terakhir setelah Reserve Bank of Australia (Bank Sentral Australia) hari ini mempertahankan suku bunga pada rekor terendahnya dan Gubernur Glenn Stevens membuat sedikit perubahan terhadap pernyatannya hari ini.

Aussie reli dari level 8 pekan terendahnya yang tercatat pada pekan lalu, akibat rilis data pekerjaan pada tanggal 7 Agustus mendatang diprediksi akan menunjukkan tenaga kerja mengalami penambahan posisi pada bulan ke-2. Aussie sempat melemah sejalan dengan komoditas mata uang lainnya akibat pihak swasta menunjukkan bahwa sektor industri jasa China stagnan untuk pertama kalinya terhadap rekornya. Sementara won Korea Selatan naik pada hari ke-2 setelah cadangan devis negara tersebut naik ke rekornya.

Dollar Australia berada pada level 93.37 sen AS pukul 7:40 pagi waktu London, setelah sebelumnya terapresiasi sebesar 0.4% pada 2 hari terakhir. Sepanjang tahun 2014 ini mata uang tersebut reli sebesar 4.7%.

Dollar AS diperdagangkan pada level $1.3419 per euro dari level kemarin $1.3422. Dollar AS tergelincir sebesar 0.1% ke level 102.52 yen. Yen catat gain sebesar 0.1% ke level 137.59 per euro.

Dollar Australia telah mengalami penguatan akibat para investor menurunkan prediksi terkait sebesar besar Reserve Bank akan menurunkan suku bunganya. Indeks Credit Suisse Group AG berbasis pada perkiraan kontrak swap RBA akan mengurangi suku bunga sebesar 1 basis poin atau 0.01 persen poin selama 12 bulan kedepan, dibandingkan dengan perkiraan sebesar 15 basis poin yang dipangkas pada 18 Juli lalu.

Artikel: kontakperkasa futures.