Baz Batal Dikontrak Aspar Karena Terlalu Tinggi, Berapa Postur Ideal Rider MotoGPJakarta – Aspar membatalkan kontrak Loris Baz untuk menjadi pebalap MotoGP musim 2015 karena posturnya terlalu tinggi. Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo tak menyangkal kalau badan jangkung memang bisa menyulitkan.

Baz dan Aspar sudah mencapai kesepakatan verbal untuk mengikat kontrak kerjasama mulai musim 2015 mendatang. Rider berusia 21 tahun asal Prancis itu saat ini berlaga di balapan Superbike dan untuk sementara duduk di posisi empat klasemen.

Namun pekan lalu Aspar secara sepihak membatalkan kesepakatan antara keduanya. Alasannya, postur Baz yang 1,92 meter dinilai terlalu tinggi. Dengan badan sejangkung itu Baz dianggap tidak cocok untuk menjadi rider MotoGP. Padahal Baz hanya lebih tinggi 0,3 cm dibanding Leon Camier – pebalap Aspar saat ini yang turun sebagai pengganti Nicky Hayden yang cedera.

“Saya tidak mau mengatakan hal yang buruk soal Baz, tapi saya pikir saya sudah di ambang batas (tinggi pebalap). Pada dudukan kaki, saya hanya 10 mm lebih jauh dibanding Hayden dan di sanalah Baz akan berada. Tapi gagang stang 10mm lebih jauh dan itulah masalah yang saya hadapi. Mulai dari bokong sampai depan,” ungkap Camier.

Badan yang terlalu tinggi juga akan menjadi penghambat aerodinamis, selain berat badan yang berlebih bakal menjadi kaerugian karena menghambat akselerasi dan pengereman.

“Mengendarai motor saya masih merasakan nyaman dan bisa masuk dengan pas, tapi bobot badan tidak membantu. Saya heran tidak ada batasan antara bobot motor dan bobot badan pebalap karena jelas hal itu membuat perbedaan besar. Saat Anda ingin menghentikan (motor) yang 15 atau 20 kg lebih berat, itu adalah pokok masalahnya. Saat lintasan lurus masalahnya tidak sebesar saat harus berhenti dan kemudian melaju lagi,” lanjut dia di Crash.

Postur badan pebalap jelas jadi perhatian besar buat tim pabrikan Honda dan Yamaha yang berlaga di kelas Factory dan dapat jatah bahan bakar empat liter lebih sedikit dibanding tim lainnya. Sebagai catatan, Valentino Rossi adalah pebalap tertinggi di antara empat pebalap terbaik saat ini. The Doctor berpostur 1,82 meter dengan bobot 65 kg.

“Badan tinggi bagus untuk main basket, tapi untuk membalap MotoGP itu jadi masalah besar. Saya cukup tnggi, tapi saya beruntung karena berat saya tidak terlalu besar. Tapi saya selalu berjuang untuk tidak lagi bertambah berat. Sebab saat Anda bertambah 5 kg maka anda kehilangan 1/10 detik per lap. Ini benar,” terang Rossi.

“Saya pikir saya adalah batas terakhir untuk MotoGP, pebalap seperti Baz atau Camier itu sebuah ketidakberuntungan. Juga terkait bahan bakar. Saat Anda lebih berat maka Anda memakai lebih banyak bahan bakar, jadi otomatis motornya semakin lambat dan lambat. Itu jadi masalah buat orang yang tinggi,” lanjut Rossi.

Untuk Lorenzo, rider asal Spanyol itu cuma 1 kg lebih ringan dibanding Rossi. Tapi dia juga 9 cm lebih pendek.

“Jika Baz menunggangi Honda, yang punya motor lebih kecil, itu akan jadi masalah. Tapi dia sangat bertalenta dan bisa mencari kompensasi atas kerugian (tinggi badan) pada lintasan lurus dan di tikungan, seperti Marco (Simoncelli, 1,83 m) di 2011. Saya tidak tahu. Mungkin mereka harus memberinya kesempatan,” timpal Lorenzo.

Dibanding duo Yamaha, komposisi pebalap Honda lebih mungil. Dani Pedrosa berpostur 1,60 meter dan 51 kg, sementara Marc Marquez 1,68 meter dan 59 kg.

“Ukuran badan jadi masalah di MotoGP karena di masa lalu beberapa pabrikan membuat motor secara spesifik untuk mereka yang berbadan kecil. Itu bukan sesuatu yang bagus untuk olehraga ini, tapi itu bukan rahasia danm sudah berlangsung lama. Ada keuntungan jika Anda berbadan tinggi dibanding berbadan kecil. Bukan seukuran Dani, tapi mungkin untuk mereka yang seperti Marquez atau Lorenzo,” ujar Chaz Davies, mantan rider MotoGP yang kini berkarier di Superbike.

Artikel: kontakperkasa futures.