PT KONTAK PERKASA FUTURES – GBP/USD turun sedikit setelah penutupan perdagangan AS, menghapus beberapa keuntungan yang tajam dari sesi sebelumnya, dengan para pedagang valuta asing melihat ke depan pada pertemuan Bank of England yang sangat diantisipasi, di mana para pembuat kebijakan dapat menurunkan suku bunga untuk pertama kalinya sejak 2009.

Pasangan mata uang tersebut goyang di antara 1,3281 dan 1,3372, sebelum menutup sesi sore AS di 1,3325, turun 0,24% pada hari itu. Hal itu datang satu sesi setelah Pound melonjak lebih dari 1,3% terhadap Dolar AS di tengah berlanjutnya dampak dari rilis angka pertumbuhan PDB AS yang ringan untuk kuartal kedua di minggu lalu. Meskipun Pound Sterling rebound terhadap Dolar dalam beberapa pekan terakhir, mata uang Inggris tersebut masih turun lebih dari 10% terhadap greenback sejak keputusan bersejarah Inggris Raya untuk meninggalkan Uni Eropa pada 24 Juni lalu.

GBP/USD kemungkinan mendapat support di 1,2968, terendah 12 Juli dan bertemu dengan resistance di 1,3481, tertinggi 15 Juli.

Pada awal perdagangan London nanti, Kamis (4/8), anggota dewan Bank of England sebagian besar diharapkan untuk memangkas suku bunga acuan ke rekor terendah 0,25%, menyusul rangkaian data ekonomi yang ringan dalam berminggu-minggu sejak keputusan Brexit bersejarah bulan Juni kemarin. Beberapa jam setelahnya, Gubernur BoE Mark Carney akan mengirim petunjuk kuat bahwa bank dapat menurunkan suku bunga dan memperkenalkan langkah-langkah pelonggaran lebih lanjut di beberapa titik selama musim panas untuk membantu mencegah penurunan ekonomi yang signifikan. Secara historis, penurunan suku bunga dari BoE telah dikaitkan dengan depresiasi tajam Pound.

Di pertemuan MPC Bank of England bulan Juli, komite dengan hasil voting 8-1 untuk mempertahankan suku bunga pada tingkat 0,50%.

Menyusul keputusan suku bunga Bank of England, pelaku pasar akan mengalihkan perhatiannya ke laporan pekerjaan AS yang dipantau cermat untuk bulan Juli di hari Jumat untuk melihat gambaran yang lebih jelas tentang keadaan pasar tenaga kerja AS. Menjelang laporan itu, perusahaan ADP solusi upah mengatakan dalam laporan Pekerjaan Nasional bahwa perekonomian menambahkan 179.000 posisi upah pekerjaan non pertanian di bulan Juli, di atas perkiraan konsensus 165.000. Pada hari Selasa, presiden Federal Reserve Bank of Atlanta Dennis Lockhart berkata ia akan memantau cermat dua laporan pekerjaan bulanan berikutnya sebelum Fed bertemu lagi pada bulan September. Selain itu, presiden Fed Chicago Charles Evans mengatakan kepada wartawan bahwa salah satu kenaikan suku bunga tahun ini bisa menjadi tepat jika inflasi terus bergerak lebih dekat ke target Federal Reserve sebesar 2%.

Setiap kenaikan suku bunga oleh Fed tahun ini dipandang sebagai optimis bullish untuk dolar, karena investor asing menumpuk aset ke greenback untuk memanfaatkan hasil yang lebih tinggi.

Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik lebih dari 0,40% ke level intraday tertinggi 95,35, memantul dari lima minggu terendah. Pada hari Selasa, indeks ini merosot di bawah 95 untuk pertama kalinya sejak 24 Juni sebelum rebound di hari Rabu. Dolar merosot tajam sejak mencapai level tertinggi empat bulan di 97,62 pada awal pekan lalu. (hnm) – KONTAK PERKASA FUTURES