PT KONTAK PERKASA FUTURES – Minyak mentah rebound di sesi Asia pada hari Kamis dalam perdagangan yang hati-hati setelah para investor mencatat berkurangnya stok minyak AS, tetapi permintaan global juga melemah.

Di Bursa Perdagangan New York, minyak mentah WTI untuk pengiriman September naik 0,24% ke $45,86 per barel. Di Bursa Intercontinental (ICE), Minyak mentah Brent untuk pengiriman September naik 0,47% menjadi $47,33 per barel.

Semalam, minyak mentah berjangka jatuh ke posisi terendah baru dua tahun sebelum berbalik tajam pada hari Rabu setelah stok minyak AS lebih besar dari hasil berimbang yang diharapkan dan peningkatan angka persediaan bensin di minggu lalu.

Pada hari Rabu, Badan Administrasi Informasi Energi AS (EIA) mengatakan dalam Laporan Status Mingguan Minyak bahwa persediaan minyak mentah komersial berkurang 2,342 miliar barel untuk pekan yang berakhir pada 15 Juli. Dalam angka 519,5 juta barel, persediaan tetap pada tingkat historis tertinggi sepanjang tahun ini. Investor mengharapkan untuk melihat hasil imbang sebesar 2,1 juta barel, sedangkan American Petroleum Institute melaporkan penurunan sebanyak 2,3 juta setelah penutupan perdagangan. Persediaan minyak mentah AS sekarang telah turun dalam sembilan minggu berturut-turut.

Pada Pusat Minyak Cushing di Oklahoma, persediaan minyak mentah naik 189.000 barel, melewati ekspektasi untuk penurunan 100.000. Cushing, titik pengiriman utama untuk minyak NYMEX, adalah fasilitas penyimpanan terbesar di AS.

Lebih rinci, persediaan bensin naik 0,91 juta barel selama seminggu, sementara persediaan bahan bakar olahan turun sedikit sebesar 0,21 juta. Hal itu datang satu minggu setelah stok bahan bakar olahan nasional AS melonjak lebih dari 4,0 juta barel, mencatatkan kenaikan mingguan terbesar dalam lebih dari lima bulan. Analis memperkirakan untuk melihat hasil berimbang sebesar 0,5 juta barel dalam persediaan bensin.

Sementara itu, produksi minyak AS naik moderat sebesar 9.000 pekan lalu menjadi 8,494 juta barel per hari. Produksi minyak mentah masih tetap turun lebih dari 1 juta barel per hari dari produksi tertinggi musim panas lalu sebesar 9,604 juta barel per hari ketika produksi melonjak ke posisi tertinggi 44 tahun.

Di Libya, Reuters melaporkan bahwa ekspor di pelabuhan Hariga kembali beroperasi setelah aksi protes singkat di kalangan pekerja terkait pembayaran upah berakhir. Pelabuhan tersebut, terletak di dekat ladang minyak Sarir, memiliki kapasitas sekitar 120.000 barel per hari dalam ekspor. (hnm) – KONTAK PERKASA FUTURES