PT KONTAK PERKASA FUTURES – Di tanah Inggris, kadar “penting” dari Piala Liga Inggris jelas masih di bawah Piala FA. Namun, bukan berarti Piala Liga Inggris tidak penting-penting amat.

Di Inggris sana, Piala Liga Inggris kerap disandingkan dengan julukan “Mickey Mouse Cup“. Ini bukanlah julukan yang menyenangkan mengingat “Mickey Mouse Cup” punya makna merendahkan.

Mickey Mouse Cup” adalah istilah untuk menggambarkan sebuah kompetisi yang standarnya dianggap rendah dan tidak lebih tinggi dari kompetisi-kompetisi lainnya. Singkatnya, kompetisi yang tidak penting-penting amat.

Tapi, benarkah demikian? Faktanya, dengan makin beratnya persaingan di kompetisi lain yang diikuti klub-klub Inggris, seperti Premier League, Piala FA, atau –bagi sebagian tim papan atas– Liga Champions, Piala Liga Inggris jadi punya arti tersendiri.

Ada kalanya, ketika sudah terlempar dari persaingan di kompetisi-kompetisi yang lebih besar, dan masih bertahan di Piala Liga Inggris, klub-klub Premier League akan menggunakannya sebagai “penyelamat muka” agar musim mereka tidak berakhir nirgelar.

Musim lalu, misalnya. Manchester City tampil sebagai pemenang setelah menundukkan Liverpool lewat babak adu penalti. Trofi tersebut setidaknya membuat The Citizens punya sesuatu untuk dikantongi. Di Premier League, mereka finis di urutan keempat. Sementara di Piala FA mereka sudah tersingkir di babak kelima, sedangkan di Liga Champions tersingkir di semifinal.

Rabu (21/9) dan Kamis (22/9) dini hari WIB, Piala Liga Inggris akan kembali bergulir dengan sejumlah klub Premier League ambil bagian di babak ketiga.

Liverpool, Leicester City, Chelsea, Arsenal, Manchester United, Tottenham Hotspur, dan City sudah turun bertanding di babak ini. Liverpool, Arsenal, United, dan Tottenham akan bertanding melawan tim dari divisi bawah; Liverpool akan berhadapan dengan Derby County (Divisi Championship), Arsenal berlaga melawan Nottingham Forest (Championship), United melawan Northampton Town (League One), dan Tottenham menghadapi Gillingham (League One).

Sementara itu, Leicester dan Chelsea akan saling berhadapan, juga City akan menghadapi sesama tim Premier League, yakni Swansea City.

Bagi beberapa klub Premier League, khususnya United, pertandingan babak ketiga ini bisa menjadi ajang pembuktian. United kalah tiga kali dalam delapan hari, maka tidak ada kata lain selain “menang” kala mereka menghadapi Northampton.

“Tak ada waktunya bermuram-durja, kami harus bereaksi. Pertama-tama kami akan menyambangi Northampton Town di EFL Cup, partai pertama kami di ajang itu. Kami adalah salah satu favorit di laga ini dan tanpa mengurangi rasa hormat kepada lawan, kami harus membuktikan kepantasan tersebut,” ujar gelandang United, Juan Mata, di blog-nya.

Tapi, perlu diingat, Northampton melaju ke babak ketiga usai menyingkirkan tim Premier League lainnya, West Bromwich Albion. Seperti kata Mata, United juga harus tetap waspada. (hnm) – KONTAK PERKASA FUTURES