PT KONTAK PERKASAChelsea tampil dominan di Premier League musim ini. Eks gelandang The Blues Michael Ballack menilai itu bukan kejutan besar karena absen di kompetisi Eropa.

Chelsea memimpin klasemen dengan nyaman sampai pekan ke-22 Premier League. Mengumpulkan 55 poin, skuat besutan Antonio Conte itu unggul delapan poin dari Arsenal yang sementara ada di posisi dua.

Laju Chelsea amat stabil sejak Oktober tahun lalu. Dalam 16 pertandingan, 15 di antaranya dimenangi dan hanya satu kekalahan yang ditelan. Padahal mereka memulai musim dengan kurang sip, hanya meraih tiga kemenangan di enam pekan pertama dan menelan dua kekalahan.

Bagi Ballack, laju musim ini tak benar-benar mengejutkan. Absen dari kompetisi Eropa dinilai sudah memberikan keuntungan besar khususnya secara fisik. Yang kemudian menjadi kuncinya adalah adaptasi cepat Conte terhadap sepakbola Inggris, yang kemudian juga diikuti pemahaman yang sangat baik dari para pemain terhadap gaya bermainnya.

“Kejutannya adalah musim lalu, mereka begitu buruk. Bahwa mereka adalah pemuncak liga saat ini itu bukan kejutan besar, karena mereka punya keuntungan tak bermain di kompetisi Eropa,” ujar Ballack dikutip Sky Sports.

“Tim ini tampak sangat fit, tim sudah beradaptasi dengan baik terhadap pelatih baru, yang telah beradaptasi dengan baik terhadap sepakbola Inggris. Dan tim ini memainkan kekuatan-kekuatannya, membuat sedikit sekali kesalahan, tak kebobolan banyak gol.”

“Itulah kuncinya kalau Anda mau memenangi titel, tampil solid. Awalnya mereka kebobolan beberapa gol dan kemudian mengubah taktik dan bermain 3-4-3. Itu penting juga, para pemain merasa nyaman.”

“Kalau Anda mau tampil 100 persen, Anda perlu kepercayaan di dalam klub, dengan orang-orang yang bekerja dengan Anda, dan Conte melakukan itu. Ada banyak faktor yang berjalan baik dan itulah sebabnya Chelsea mendominasi liga sejauh ini,” imbuhnya.

Dimulainya rangkaian kemenangan Chelsea memang bermula dari perubahan pola bermain dari empat bek ke tiga bek.

Musim lalu, Chelsea harus puas cuma finis peringkat 10 karena start buruk di bawah arahan Jose Mourinho. Mourinho kemudian dipecat dan digantikan Guus Hiddink sebagai manajer sementara. (hnm) – PT KONTAK PERKASA