PT KONTAK PERKASA FUTURES – Suporter Watford perlu waktu tiga dekade untuk bisa menyaksikan tim kesayangannya mengalahkan Manchester United. Mereka harus berterima kasih kepada Walter Mazzarri.

Pelatih asal Italia itulah yang mengakhiri penantian panjang tersebut, ketika Watford berhasil menekuk MU 3-1 di Vicarage Road, Minggu (18/9) kemarin.

“Saya sangat senang untuk fans. Mereka bilang, sudah 30 tahun sejak Watford terakhir kali mengalahkan Manchester United. Ini pasti membawakan banyak kepuasan,” ujar Mazzarri seusai pertandingan, dikutip dari BBC.

Pria 54 tahun itu, yang belum bisa berbicara bahasa Inggris, memutuskan meninggalkan negaranya dan menerima pinangan Watford pada musim lalu, setelah ditinggal Quique Sanchez Flores. Ia pun mengakhiri masa menganggur hampir selama dua tahun semenjak dipecat Inter Milan pada 14 November 2014.

Setelah seri di laga debutnya dan kalah dua kali berturut-turut di kandang sendiri, peruntungan Mazzarri datang di pekan keempat. Menghadapi West Ham, Watford berhasil menang 4-2. Mereka lalu mendapatkan yang lebih besar dengan menaklukkan Red Devils.

Sebelum pertandingan Mazzarri dikompor-kompori lagi soal masa lalunya dengan Jose Mourinho. Kedua manajer ini pernah terlibat perang urat saraf sewaktu Mazzarri membesut Napoli dan Mourinho mengendalikan Inter Milan.

Ketika Napoli berhasil menahan Imbang 0-0 di musim 2009/2010, Mazzarri meluapkan kepuasannya dalam meredam Inter, karena Mourinho mengatakan timnya “mudah ditebak”.

“Lihatlah betapa Inter kepayahan, padahal mereka bilang kami gampang ditebak. Mereka bahkan tidak meninggalkan wilayahnya sendiri di sepertiga terakhir pertandingan,” ucap Mazzarri kala itu.

“Saya tidak suka menyetir kontroversi. Tapi kalau diserang, saya takkan jadi orang bodoh. Ini sebabnya saya membalas. Mourinho cuma ngomong, ngomong, dan ngomong, dan kebanyakan sampah.”

Mourinho dengan santai meledek rivalnya itu dengan menggunakan sebuah perumpamaan yang pasti takkan terlupakan oleh Mazzarri.

“Mengalahkan saya pasti jadi hal terpenting dalam kariernya. Seekor keledai bisa bekerja keras, tapi takkan pernah menjadi kuda pacuan,” sahut Mourinho.

Well, Mazzarri akhirnya memang bisa mengalahkan Mourinho. Kemenangan itu memberikan pekan yang kelabu buat Mourinho karena MU menelan tiga kekalahan berturut-turut dalam sembilan hari.

Foto: Reuters / Eddie Keogh

“Kemenangan ini memberi kami kepercayaan diri untuk terus bekerja keras. Itu artinya, apa yang kami lakukan setiap hari dalam latihan mulai memperlihatkan hasilnya di lapangan,” ucap Mazzarri.

Mengenai hubungannya dengan Mourinho, Mazzari mengatakan sudah baik. Sebelum pertandingan mereka bertemu dan menganggap masa lalu bukanlah masalah lagi.

“Dalam hidup ada berbagai episode dan momen. Tapi seiring waktu kami mulai lebih saling mengenal. Awalnya kami tidak terlalu kenal. Kami sama-sama pelatih yang ingin tampil sebaik mungkin, dan melakukan apa saja untuk mewujudkannnya. Di Italia kami bertarung untuk posisi teratas, namun tetap berbicara secara profesional. Saya menaruh respek tinggi pada dia. Saya selalu begitu karena dia manajer yang hebat,” sebut Mazzarri. (hnm) – KONTAK PERKASA FUTURES