Bursa Asia Ditetapkan untuk Mingguan Terburuk Sejak September Jelang Data China KontakPerkasa FuturesIndeks acuan saham Asia menuju penurunan mingguan terbesar sejak September lalu karena investor menunggu data penjualan ritel dan produksi industri China selama akhir pekan.

Indeks MSCI Asia Pacific sedikit berubah di level 129,75 pada pukul 09:07 pagi di Tokyo, dan berada di jalur untuk penurunan minggu ini sebesar 1,8 persen, yang merupakan penurunan mingguan ketiga. Indeks tersebut turun 5,9 persen dalam tahun ini setelah kegaduhan dalam komoditas dan perlambatan pertumbuhan China memberatkan prospek pendapatan bagi perusahaan-perusahaan dari Sydney hingga Tokyo, sebelum keputusan Federal Reserve pekan depan apakah akan menaikkan suku bunga AS.

Pedagang sekarang melihat kesempatan 76 persen The Fed akan menaikkan suku bunga, dengan pembuat kebijakan AS diharapkan untuk mengkonfirmasi ekonomi terbesar di dunia tersebut cukup kuat untuk mengatasi kenaikan pertama dalam biaya pinjaman sejak tahun 2006.

Indeks Topix Jepang berfluktuasi, seperti halnya Indeks S&P/ASX 200 Australia. Indeks S&P/NZX 50 Selandia Baru naik 0,5 persen dan indeks Kospi Korea Selatan naik 0,3 persen.

Kontrak pada Indeks Hang Seng naik 0,3 persen di sebagian besar sesi akhir perdagangan, sementara kontrak pada Indeks FTSE China A50 turun 0,2 persen. Saham-saham China melemah pada Kamis kemarin di tengah kekhawatiran upaya pemerintah untuk membuat sektor konsumsi domestik dan jasa menjadi bagian yang lebih besar dari ekonomi tidak akan cukup cepat untuk mengimbangi lambannya permintaan untuk barang-barang industri dan komoditas.(hnm)

 

Artikel: kontakperkasa futures.