Cadangan Minyak Mentah AS Turun & Ritel Naik, WTI BerayunBloomberg (15/01) Minyak mentah WTI (West Texas Intermediate) berayun diantara gain dan loss ditengah spekulasi bahwa cadangan minyak mentah AS turun dan tanda-tanda konsumen terbesar minyak mentah dunia tersebut akan mempengaruhi pertumbuhan ekonominya.

Kontrak berjangka sedikit berubah di New York pasca naik sebesar 0.9% kemarin. Cadangan minyak mentah turun sebesar 1.3 juta barrel pada pekan lalu, berdasarkan pada survei Bloomberg News menjelang laporan dari Energy Information Administration hari ini. Cadangan tergelincir sebesar 4.14 juta, menurut API (American Petroleum Institute). Penjualan ritel AS naik sebesar 0.2% di bulan Desember lalu, menandai kenaikan kuartalan untuk belanja konsumen dalam tiga tahun terakhir, berdasarkan pada rilis data Departemen Perdagangan AS.

WTI untuk pengiriman bulan Februari sebesar $92.48 per barrel pada perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange, turun sebesar 11 sen, pada pukul 12:50 siang waktu Sydney. Kontrak berjangka naik sebesar 79 sen ke level $92.59 kemarin. Volume semua kontrak berjangkas diperdagangkan sebesar 43% dibawah 100 hari rata-rata.

Minyak jenis Brent untuk penyelesaian bulan Februari sebesar $106.13 per barrel, turun sebesar 26 sen, di ICE Futures Europe exchange, London. Acuan minyak mentah Eropa lebih tinggi sebesar $13.65 dari WTI, dibanding dengan $13.80 kemarin.

Cadangan sulingan bahan bakar, termasuk minyak dan disel panas, diperkirakan naik sebesar 1.25 juta barrel diakhir pekan pada tanggal 10 Januari lalu, berdasarkan pada estimasi rata-rata 11 survei analis oleh Bloomberg. Cadangan turun sebesar 1.7 juta, menurut API di Washington.