PT KONTAK PERKASA FUTURES – Carlo Ancelotti memulainya bersama Parma, lalu menjadi juara bersama AC Milan dan Real Madrid. Dia kini mencoba menorehkan rekor dan catatan sukses baru bersama Bayern Munich.

Dengan segala wibawa yang yang dipunya, Ancelotti juga merupakan pelatih tersukses di Liga Champions. Pria asal Italia berusia 57 tahun itu sudah tiga kali menjadi juara: dua bersama AC Milan dan sekali saat membesut Real Madrid. Dia punya dua trofi Liga/Piala Champions lainnya, tapi itu didapat saat masih aktif bermain.

Tidak ada pelatih lain yang punya cerita keberhasilan di Liga Champions sebagaimana Carletto. Kisah sukses lain kini tengah coba dia tulis bersama Bayern Munich.

Ancelotti pada Rabu (14/9/2016) kemarin sudah mengawali dengan sangat baik kampanye timnya di Liga Champions. Bermain di Allianz Arena, Manuel Neuer dkk diantarnya meraih kemenangan telak 5-0 atas FC Rostov. Rekor baru dibuat Ancelotti dalam laga tersebut, dia kini sudah melatih tujuh tim berbeda di Liga Champions. Sekali lagi, belum ada pelatih dengan catatan serupa itu.

Parma 1997/1998

Debut Ancelotti di Liga Champions dia lakoni bersama Parma pada musim 1997/1998. Rossoblue diantar Anceotti lolos ke kompetisi teratas Eropa itu setelah pada musim sebelumnya sukses finis di posisi dua setelah kalah hanya dua angka saja dari Juventus yang meraih Sucetto.

Parma, yang ketika itu diperkuat Gianluigi Buffon, Lilian Thuram, Fabio Cannavaro, Dino Baggio dan Hernan Crespo berhasil lolos ke fase grup. Namun mereka terhenti di sana setelah hanya duduk di posisi dua klasemen di bawah Borussia Dorotmund. Ketika itu cuma juara grup yang lolos ke fase knock out.

Juventus – 1998/1999 dan 2000/2001

Karier Ancelotti di Juventus tidak bisa dibilang bagus. Di Serie A dia gagal mengantar Bianconeri jadi juara, pun begitu di Liga Champions.

Juventus kalah agregat 3-4 dari Manchester pada babak semifinal musim 1998/1999. Sementara di Serie A mereka hanya duduk di posisi tujuh klasemen akhir.

Juventus kembali gagal menjuarai Serie A pada 1999/2000 setelah hanya bisa finis di posisi dua. Sementara di Liga Champions 2000/2001 Juventus juga tidak bertahan lama di sana karena tersingkir di fase grup dengan status juru kunci grup.

AC Milan 2002/2003-2007/2008

Ancelotti meraih trofi Liga Champions pertamanya sebagai pelatih di musim kedua dia membesut AC Milan (2002/2003). Ketika itu Milan secara dramatis menundukkan Juventus di final melalui adu penalti.

Rossoneri menjadi salah satu kekuatan utama Eropa ketika itu. Total tiga kali Ancelotti mengantar Milan masuk ke final, yakni di 2004/2005 dan 2006/2007. Setelah kalah menyakitkan oleh Liverpool di 2005, Milan membalasnya dengan mengalahkan lawan yang sama dua tahun kemudian.

Chelsea – 2009/2010 dan 2010/2011

Chelsea meraih hasil yang oke di kompetisi domestik namun menelan kekecewaan besar di Eropa. The Blues disingkirkan Inter Milan – yang ketika itu dilatih Jose Mourinho – pada babak 16 besar musim 2009/2010.

Semusim selanjutnya John Terry dkk dihentikan Manchester United pada babak perempatfinal.

Paris Saint Germain – 2012/2013

Ancelotti datang ke PSG tak lama setelah klub tersebut dapat investasi besar dari Qatar. PSG pun memenangi titel Ligue 1 pertamanya dalam 19 tahun bersama Carletto.

Di Liga Champions jalan PSG awalnya juga mulus. Meraih lima kemenangan membuat PSG memuncaki klasemen fase grup. Mereka kemudian menyingkirkan Valencia di babak 16 besar. Pertemuan dengan Barcelona di delapan besar menjadi awal petaka. Meski tidak kalah, PSG terdepak.

Real Madrid – 2013/2014 dan 2014/2015

Penantian panjang 12 tahun Real Madrid untuk meraih kembali trofi Liga Champions (yang menjadi gelar ke-10) tuntas saat Ancelotti datang. Diawali dengan kemenangan gemilang 5-0 atas Bayern Munich di semifinal, Madrid lantas menundukkan Atletico Madrid di partai puncak.

Tapi sukses itu ternyata tak cukup. Setahun berselang Ancelotti dipecat setelah Madrid gagal mempertahankan trofinya. Los Merengues didepak Juventus di semifinal. (hnm) – KONTAK PERKASA FUTURES