KONTAK PERKASA FUTURES  – Rapat Umum Pemegang Saham Luara Biasa (RUPSLB) Emiten pengelola jalan tol, PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) menyetujui rencana perseroan untuk membagi pembagian dividen saham dengan rasio sembilan banding dua (9:2) atau sebanyak – banyaknya 611,1 juta saham yang berasal dari sebagian saldo laba ditahan dan merupakan dana cadangan yang belum ditentukan penggunaannya, Per 31 Desember 2015, sebesar Rp 1,02 triliun. Kewajiban perpajakan akan dipotong dari dividen saham yang diterima pemegang saham berdasarkan recording date dividen saham pada 13 Januari 2017.

“Pembagian dividen ini merupakan wujud konsistensi komitmen kami yang diharapkan dapat meningkatkan peredaran saham perseroan serta meningkatkan likuiditas perdagangan saham CMNP di pasar modal. Sehingga, pada gilirannya dapat meningkatkan value dari pemegang saham,” kata Direktur Utama CMNP, Shadik Wahono, di Jakarta, Senin (19/12/2016).

Kemudian, perseroan juga memperoleh restu pemegang saham untuk melakukan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau Private Placement dengan meluncurkan saham baru sebanyak 275 juta saham atau 10% dari modal ditempatkan dan disetor dengan harga pelaksanaan Rp 1,550 per saham. Kemudian, perseroan menyetujui penerbitan Obligasi Wajib Konversi (OWK) melalui mekanisme Penambahan Modal Dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PM-HMETD) yang akan dikonversi menjadi saham baru perseroan sebanyak – banyaknya 10,91 miliar saham dengan nilai Rp 500 per saham. Ketiga keputusan tersebut menjadikan jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh menjadi sebesar 3,63 miliar saham.

“Rapat juga menyetujui penambahan Modal Dasar perseroan yang semula Rp 3,6 triliun menjadi sebanyak – banyaknya Rp 7,27 triliun yang terbagi atas sebanyak – banyaknya 14,54 miliar saham dengan nilai nominal Rp 500 per saham. Hal ini sesuai dengan regulasi yang mewajibkan bahwa minimal sejumlah 25 persen dari modal dasar harus ditempatkan dan disetor penuh,” jelasnya.

Dengan perkuatan struktur permodalan hingga dua kali lipat tersebut, Shadik menambahkan, perseroan akan siap mewujudkan berbagai tahapan pengembangan usaha dengan kata kunci interkonektivitas jaringan jalan tol dan integrasi pengusaha jalan tol. Dalam jangka menengah-panjang penggandaan modal dasar tersebut akan berdampak sangat positif bagi perseroan maupun bagi masyarakat, terkait kemampuan terobosan pendanaan bagi perwujudan proyek – proyek perseroan.

“Selain asset perseroan semakin meningkat, PMT-HMETD dan OWK juga akan menurunkan biaya pinjaman, sekaligus memberikan equity value yang lebih tinggi,” tukasnya. (hnm) – KONTAK PERKASA FUTURES