Data Isyaratkan Penguatan Permintaan 2 Konsumen Terbesar, Minyak Hentikan Gain KontakPerkasa Futures, Minyak menghentikan kenaikan di dekat level $ 45 per barel setelah ditutup dengan kenaikan mingguan kedua sebelum data yang mungkin menandakan kekuatan permintaan dari dua konsumen terbesar di dunia.

West Texas Intermediate berjangka jatuh 0,9 persen setelah naik 2,3 persen minggu lalu. China melaporkan laba industri pada hari Senin, sementara indeks output pabrik dan Data nonfarm payrolls AS yang akan dirilis pekan ini.

Stok minyak mentah AS masih hampir 100 juta barel di atas rata-rata lima tahun untuk kali ini di tahun ini bahkan setelah jatuh selama dua minggu berturut-turut.

Reli minyak mentah dari level terendah dalam enam tahun pada bulan Agustus merupakan hal yang sputtering di tengah spekulasi kekenyangan global akan berkepanjangan seiring ekonomi di China, pengguna minyak terbesar kedua di dunia, sedang melambat sementara Iran bersiap untuk meningkatkan ekspor di tengah kemajuan akan kesepakatan untuk mencabut sanksi terhadap produsen terbesar keempat OPEC.

WTI untuk pengiriman November turun sebanyak 41 sen ke level $ 45,29 per barel di New York Mercantile Exchange dan diperdagangkan di level $ 45,36 pada pukul 08:56 pagi waktu Singapura. Harga naik 1,8 persen pada hari Jumat untuk level $ 45,70. Volume semua berjangka yang diperdagangkan adalah sekitar 55 persen di bawah rata-rata 100-hari. Kontrak telah kehilangan 7,8 persen bulan ini.

Brent untuk pengiriman November turun 28 sen, atau 0,6 persen, ke level $ 48,32 per barel di London berbasis ICE Futures Europe exchange. Harga naik 43 sen, atau 0,9 persen, ke lwvwl $ 48,60 pada hari Jumat, dan naik 2,4 persen untuk minggu ini. Minyak mentah patokan Eropa ini diperdagangkan pada premium dari $ 2,95 untuk WTI. Kontrak telah kehilangan 16 persen tahun ini. (hnm)

 

Artikel: kontakperkasa futures.