PT KONTAK PERKASAChapecoense bertekad bangkit usai ditimpa musibah kecelakaan pesawat. Klub Brasil itu yakin bisa kembali membangun tim mereka dengan dukungan dari dunia sepakbola.

Sebanyak 19 pemain tim utama, pelatih, dan ofisial Chapecoense tewas saat pesawat yang mereka tumpangi jatuh di Cerro Gordo, La Union, Kolombia, beberapa hari lalu. Pesawat nahas itu dilaporkan kehabisan bahan bakar dalam perjalanan menuju markas Atletico Nacional untuk laga leg pertama final Copa Sudamericana.

Tragedi memilukan itu membuat dunia sepakbola berduka. Ucapan belasungkawa dan solidaritas, termasuk dari klub-klub Eropa dan para pemainnya, pun mengalir untuk Chapecoense.

Kejadian ini juga menjadi pukulan telak untuk Chapecoense, yang sejatinya dijadwalkan menghadapi laga terbesar dalam sejarah mereka, yaitu final Copa Sudamericana. Klub yang berdiri pada tahun 1973 itu pun harus membangun dari nol lagi.

Chapecoense kini tinggal punya beberapa pemain saja, yang terhindar dari maut karena tak ikut terbang ke Kolombia karena berbagai alasan, dan pemain-pemain junior.

“Kami punya nilai-nilai yang sangat penting,” ucap Wakil Presiden Chapecoense, Gelson Dalla Costa, kepada Omnisport.

“Chapecoense berada di puncak setelah sejarah selama 43 tahun dan sayangnya kami kehilangan itu. Tapi, dengan ketenangan dan dukungan dari seluruh dunia, kami akan membangun kembali Chapecoense. Solidaritas yang diperlihatkan semua orang kepada Chapecoense sangat penting bagi kami untuk kembali membangun tim,” tutur Dalla Costa.

“Mulai pekan depan, kami akan mengatur diri kami sendiri. Bersama anggota direksi dan orang-orang dari komunitas, bersama orang-orang yang sangat baik, kami akan mencari klub. Kami merasakan solidaritas dari klub-klub besar di Brasil yang menawarkan pemain kepada kami,” tambahnya.

“Kami akan mencari mereka sesegera mungkin agar bisa membentuk tim sepakbola lagi,” kata Dalla Costa. (hnm) – PT KONTAK PERKASA