PT KONTAK PERKASA FUTURES – Pelatih tim nasional Prancis Didier Deschamps puas dengan kemenangan 3-1 atas Italia. Di lain sisi, dia yakin hasil ini tak mencerminkan penurunan Gli Azzurri.

Prancis memetik kemenangan meyakinkan 3-1 kala bertandang ke Stadio Comunale San Nicola, Jumat (2/9/2016) dinihari WIB. Tiga gol dibagi rata oleh Anthony Martial, Olivier Giroud, dan Layvin Kurzawa, sementara gol balasan Italia dicetak Graziano Pelle.

Tak lebih dominan dalam penguasaan bola dengan persentase hanya 40%, Prancis lebih mengancam dan efisien. Mereka punya 10 percobaan mencetak gol dan separuhnya tepat sasaran. Sebagai perbandingan, Italia punya 12 upaya dan hanya dua yang mengarah ke gawang.

“Saya puas, kami selalu bisa lebih baik memang. Tapi mencetak tiga gol melawan Italia dan kebobolan hanya satu tidaklah buruk,” kata Deschamps dikutip Football Italia.

“Tentu saja laga persahabatan tidaklah sama dengan laga kompetitif. Saya melihat Italia punya tempo yang cukup lambat dan sudah memperkirakan itu.”

“Kami juga kerepotan dalam level fisik, karena bermain sedini ini dalam perjalanan musim itu rumit. Tapi saya tidak punya keraguan soal kualitas Italia,” imbuhnya.

Hasil ini bagi Italia menandai awal era Giampiero Ventura sebagai pelatih, usai menggantikan Antonio Conte. Menurut Deschamps, hasil negatif tersebut tak serta-merta perlu ditanggapi dengan kekhawatiran oleh Italia.

Dia menilai eks pelatih Torino itu cuma perlu waktu mengimplementasikan cara bermainnya, di mana pada laga malam tadi masih menggunakan taktik warisan Conte.

“Mereka punya kepribadian yang berbeda dan saya tidak merasa hari ini kita melihat keberanian yang sama seperti di Piala Eropa, tak diragukan lagi,” kata Deschamps.

“Saya yakin Ventura akan mentransformasikan sistem untuk memasukkan pemain-pemain muda. Itu butuh waktu, seperti juga untuk semua pelatih.”

“Saya tidak merasa Italia kehilangan apapun dengan perubahan pelatih ini. Karena aktor utamanya tetaplah para pemain,” tandasnya.  (hnm) – KONTAK PERKASA FUTURES