5Dewan Bank Sentral Australia membahas pasar keuangan yang mengimplikasikan peluang pemangkasan suku bunga ketika bank sentral memperkirakan periode stabilitas suku bunga pinjaman.

Para anggota dewan œmengkaji bahwa ekspektasi pasar mengimplikasikan beberapa peluang mengenai pelonggaran kebijakan selama 2015 mendatang dan membahas faktor-faktor yang akan menghasilkan perkiraan, menurut rilis hari ini dari hasil pertemuan Reserve Bank of Australia pada pertemuan 2 Desember lalu saat mempertahankan suku bunga rendah sebesar 2.5%.

Gubernur Glenn Stevens telah mengadopsi pendekatan kehati-hatian dalam mempertahankan suku bunga yang berada pada rekor terendah dalam 16 bulan terakhir dan mengisyaratkan bahwa mereka akan mempertahakannya untuk beberapa periode sebagai akibat dia mencari upaya untuk mendorong pertumbuhan konsumsi domestik. Hal tersebut sebagai respon atas melonjaknya sektor perumahan saat perusahaan-perusahaan menahan diri dari melonggarkan keuangannya karena kurangnya kepercayaan pada penguatan permintaan sektor rumah tangga.

Bank sentral menegaskan bahwa dolar Australia masih œdiatas perkiraan optimis dari nilai fundamentalnya, khususnya adanya penurunan signifikan pada harga komoditas dalam beberapa bulan terkahir ini. Bank sentral juga menyatakan bahwa berlanjutnya penurunan dolar sepertinya œakan diperlukan untuk mencapai keseimbangan pertumbuhan ekonomi.

Sementara itu, Aussie diperdagangkan pada level 82.22 sen AS pukul 11:47 pagi waktu Sydney dari level 82.11 sen AS jelang rilis hasil pertemuan Bank Sentral Australia.

Kebijakan pelonggaran telah mendorong kenaikan harga rumah yang telah mengalami kenaikan 13.2% di Sydney dalam setahun terakhir hingga November lalu dan 8.3% di Melbourne, menuurut rilis dari RP Data-CoreLogic Home Value Index.

Artikel: kontakperkasa futures.