PT KONTAK PERKASA  FUTURES – Dolar AS bergerak menguat dengan rebound terhadap mata uang utama lainnya pada Selasa malam, menyusul komentar Ketua Federal Reserve Janet Yellen, meskipun investor tetap berhati-hati menjelang referendum pada Kamis ini dengan potensi keluarnya Inggris dari Uni Eropa, atau Brexit.

Dalam testimoni di depan Komite Senat Perbankan pada Selasa malam, Yellen menjelaskan bagaimana bank sentral melepas tujuan dari kenaikan suku bunga pada bulan Desember lalu dengan perlambatan pertumbuhan domestik dan peristiwa internasional.

Beberapa dari beban tersebut membayangi, Yellen berkata dalam komentar yang tampaknya mensinyalkan tidak ada tekanan bagi Fed untuk menaikkan suku bunga.

Presiden Fed juga mengatakan referendum Brexit pada hari Kamis dianggap sebagai kemungkinan flashpoint bagi perekonomian global jika Inggris memutuskan untuk melepas hubungan dengan Uni Eropa.

GBP/USD naik 0,08% di 1,4704, setelah mencapai level tertinggi tujuh minggu di 1,4781 pada hari sebelumnya.

Para investor tetap berhati-hati karena jajak pendapat terbaru pada referendum 23 Juni tentang keanggotaan Inggris Raya di Uni Eropa menunjukkan kedua kubu berjalan seimbang.

Poling terbaru dan terakhir Survation sebelum pemungutan suara menunjukkan bahwa 45% warga Inggris memilih untuk tetap di Uni Eropa, dengan 44% memilih untuk Brexit dan 11% ragu-ragu.

EUR/USD melemah 0,32% ke 1,1277, turun dari level tertinggi sebelumnya di 1,1349.

Data sebelumnya menunjukkan bahwa indeks sentimen ekonomi ZEW Jerman naik 12,8 poin ke pembacaan 19,2 pada bulan Juni. Ekonom telah memperkirakan indeks turun menjadi 4,7.

Namun mata uang tunggal berada di bawah tekanan setelah Presiden Bank Sentral Eropa Mario Draghi berkomentar dengan mengatakan bahwa pertumbuhan zona euro mendapatkan momentum tapi ketidakpastian tetap tinggi, sebagian karena voting Brexit 23 Juni.

Draghi menambahkan bahwa ECB siap untuk bertindak dengan semua instrumen jika perlu.

Dolar menguat terhadap yen, dengan USD/JPY naik 0,63% di 104,60 dan tetap melemah terhadap franc Swiss, dengan USD/CHF turun 0,41% di 0,9577.

Sebelumnya hari Selasa, Menteri Keuangan Jepang Taro Aso mengatakan bahwa para pejabat tidak akan melakukan intervensi di pasar mata uang dengan ringan.

Komentar itu muncul di tengah kekhawatiran atas kenaikan kuat yang terjadi baru-baru ini pada aset safe haven yen, cenderung dibeli oleh investor pada saat ketidakpastian pasar yang meningkat.

Dolar Australia dan Selandia Baru juga menguat, dengan AUD/USD naik 0,16% di 0,7470 dan NZD/USD bertambah 0,25% menjadi 0,7138.

Di tempat lain, USD/CAD sedikit berubah pada 1,2813.

Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama lain, naik 0,21% pada 93,88, dari level terendah satu minggu di 93,47 yang disentuh di awal sesi. (hnm) – KONTAK PERKASA FUTURES