Dolar Lanjutkan Kerugian, Indeks Jepang Berjangka JatuhIndeks berjangka Jepang turun karena dolar melanjutkan penurunan terhadap beberapa mata uang utama, termasuk yen, sedangkan forward kontrak mata uang di Asia emerging market naik. Platinum turun karena harga minyak mentah melanjutkan kerugiannya.

Indeks Nikkei 225 Stock Average berjangka turun sebesar 0,3 persen di pre-market Osaka, dengan yen stabil di level 101,90 per dolar pukul 8:23 di Tokyo, pasca naik sebesar 0,1 persen kemarin. Won Korea dan ringgit Malaysia kontrak forwards naik setidaknya 0,1 persen. Indeks Standard & Poor 500 berjangka turun sebesar 0,1 persen setelah indeks turun kurang dari 0,1 persen dari rekor baru tertingginya. Platinum AS tergelincir sebesar 0,3 persen seiring penambang Afrika Selatan sepakat untuk mengakhiri pemogokan mereka, sementara minyak di New York turun hari kedua.

The Conference Board akan merilis indeks ekonomi China hari ini, pasca data kemarin menunjukkan sektor manufaktur di China dan di Amerika Serikat berkembang, sedangkan di kawasan euro turun. Ifo institute pengukur iklim bisnis Jerman akan dirilis hari ini, bersama dengan rilis data kepercayaan konsumen dan data perumahan AS. Tentara Irak kembali merebut wilayah sepanjang perbatasan dengan Yordania dan Suriah dari militan, sementara di Ukraina, pemberontak pro-Rusia menyambut gencatan senjata pasca pemerintah mengumumkan gencatan senjata.

Indeks Nikkei 225 berjangka yang menawar di level 15.300 pukul 8:05 di pre-market, dari level 15.350 pada penutupan mereka di Jepang kemarin. Kontrak turun 0,1 persen ke level 15.310 di Chicago Mercantile Exchange, pasca meluncur sebesar 0,7 persen pada sesi sebelumnya. Indeks naik sebesar 0,1 persen kemarin setelah naik selama lima pekan terakhir, sedangkan Indeks MSCI Asia Pacific yang berakhir hari ini sedikit berubah karena indeks di Hong Kong merosot lebih dari 1 persen.

Artikel: kontakperkasa futures.