Dolar Masih Lemah Pasca Data Ekonomi AS KontakPerkasa Futures, Dolar masih melemah terhadap mata uang utama sejak hari Kamis akibat data yang mengecewakan menimbulkan keraguan tentang prospek ekonomi AS dan kesiapan Federal Reserve menaikkan suku bunga.

Indeks Bloomberg Dollar Spot, yang melacak mata uang terhadap 10 mata uang utama, turun 0,6% untuk ditutup pada level terendah sejak 3 April lalu di New York. Indeks tersebut sejak 31 Maret turun 1,3% dan ditetapkan untuk penurunan pertama dalam 10 bulan di tengah pembuktian bahwa pertumbuhan ekonomi AS masih tidak merata. Para pembuat kebijakan The Fed ingin melihat tanda-tanda pertumbuhan dan peningkatan inflasi sebelum melakukan kenaikan suku bunga pertamanya dalam hampir satu dekade terakhir.

Indeks Bloomberg Dollar Spot sedikit berubah di level 1,185.26 pada pukul 08:52 pagi di Tokyo. Dolar diperdagangkan di level $ 1,0817 per euro setelah memangkas keuntungan tiga hari terhadap mata uang umum dan ditutup di level $ 1,0824 pada Kamis kemarin. Terhadap yen, dolar berada di level 119,59 yen dari sebelumnya di level 119,58 di New York, di mana telah kehilangan 0,3%.

The Fed telah mengesampingkan menaikkan suku bunga dalam pertemuan selanjutnya pada tanggal 28-29 April mendatang. Para pembuat kebijakan telah meninggalkan pintu terbuka untuk pindah pada bulan Juni.

Laporan dari Departemen Tenaga Kerja pada hari Kamis menunjukkan aplikasi untuk tunjangan pengangguran AS naik sebesar 1.000 menjadi 295.000 dalam pekan yang berakhir pada 18 April. Perkiraan rata-rata dalam survei Bloomberg terhadap para ekonom menyerukan angka 287.000. Secara terpisah, data Departemen Perdagangan menunjukkan pembelian rumah baru di AS merosot melebihi perkiraan pada bulan Maret dari level tertinggi dalam tujuh tahun terakhir.(hnm)

 

Artikel: kontakperkasa futures.