Dollar Catat Level 1 Bln Tertingginya Terhadap Yen Jelang Rilis Data Pekerjaan ASDollar mencapai level 1 bulan tertingginya terhadap yen menjelang rilis data pekerjaan pada pekan ini yang diperkirakan akan mendorong bagi Federal Reserve memangkas stimulus.

Euro menahan gain sejak kemarin akibat para investor berspekulasi bahwa pelemahan saat ini merupakan faktor pada prospek Presiden ECB (European Central Bank) Mario Draghi yang akan mengumumkan upaya stimulus saat pertemuan besok. Dollar Selandia Baru masih melemah mengikuti penurunan 2 hari lalu akibat harga susu bubuk secara berturut-turut turun pada lelang ke-8.

Dollar berada pada level 102.54 yen pukul 9:10 pagi waktu Tokyo setelah sebelumnya mencapai level 102.59, level tertinggi sejak 2 Mei lalu. Dollar diperdagangkan pada level $1.3620 per euro, mengikuti penurunan kemarin sebesar 0.2% di level $1.3628. Euro dibeli pada level 139.65 yen dari 139.69.

Perusahaan-perusahaan di AS Mei lalu diperkirakan akan mengalami tambahan 210,000 posisi, mengikuti kenaikan bulan lalu sebesar 220,000, menurut survey para ekonom oleh Bloomberg News menjelang rilis data hari ini dari ADP Research Institute. Rilis laporang tanggal 6 Juni dari Departemen Tenaga Kerja AS diperkirakan akan ada kenaikan 215,000 pekerjaan, hal itu menuurt survei terpisah.

Kemarin dollar pangkas penurunan terhadap euro dan menguat terhadap yen setelah sebelumnya pesanan pabrik AS bulan April lalu naik melebihi dari perkiraan para ekonom sebelumnya.

Kemarin imbal hasil obligasi Treasury AS dengan tenor 10 tahun naik 2.60%, kenaikan tertinggi sejak 14 Mei lalu, setelah sebelumnya naik 12 basis poin selama 2 hari lalu.

Artikel: kontakperkasa futures.