Dollar Turun, Emas Menuju Rally Tertingginya Dalam 4 Bulan TerakhirBloomberg (30/12) Emas mengalami gain untuk sesi ketiga secara berturut-turut, menuju rally tertingginya sejak bulan Agustus lalu, sejalan dengan melemahnya dollar yang mengakibatkan meningkatnya permintaan akan logam mulia sebagai asset safe haven.

Indeks dollar AS Bloomberg turun sebesar 0.6% terhadap mata uang lainnya dan euro naik ke level dua tahun tertingginya terhadap dollar pasca anggota European Central Bank Governing Council Jens Weidmann mengatakan bahwa mempertahankan tingkat suku bunga acuan yang rendah kemungkinan akan membahayakan reformasi politik.

Emas berjangka untuk pengiriman bulan Februari naik 0.2% ke level $1,215.10 per ounce pada pukul 9:53 pagi di Comex, New York. Harga naik sebesar 1.3% pada dua sesi sebelumnya. Logam masih akan menuju penurunan bulanan keempat secara berturut-turut.

Bullion mengalami penurunan sebesar 28% pada tahun ini hingga kemarin, menuju ke penurunan tahunan tertingginya sejak tahun 1981. Kepemilikan pada dana yang ditransaksikan di bursa berbasis emas turun sebesar 0.1% ke 1,772.04 ton metrik, terendah sejak bulan November 2009, menurut data yang dihimpun oleh Bloomberg.

Perak berjangka untuk pengiriman bulan Maret naik sebesar 0.6% ke level $20.045 per ounce di Comex.

Sementara di New York Mercantile Exchange, platinum berjangka untuk pengiriman bulan April mengalami gain sebesar 0.7% ke level $1,373.60 per ounce, menuju kenaikan ketiga kalinya secara berturut-turut dan rally tertingginya sejak tanggal 22 Oktober lalu.

Transaksi sebesar 91% lebih tinggi dari rata-rata 100 hari lalu sejauh ini, menurut data yang dihimpun oleh Bloomberg.

Sementara tahun ini, perak turun sebesar 34% dan platinum turun 11%.

 Artikel: kontakperkasa futures.