Dovizioso Merasa GP15 Kehilangan Kecepatan KontakPerkasa Futures, Rider Ducati Andrea Dovizioso menilai motor GP15-nya agak kurang laju dalam beberapa seri terakhir, sehingga tertinggal jauh dari para rival. Menuju MotoGP Jerman, dia ingin mendekat ke barisan depan.

Dovizioso sempat tampil impresif di awal musim. Dia sempat membuka musim dengan tiga hasil runner-up secara beruntun, yakni di Qatar, Amerika Serikat, dan Argentina.

Dalam lima seri pembuka, dia empat kali naik podium. Tiga kali di tempat kedua sementara satu lainnya di podium tiga. Sementara satu seri lainnya harus puas finis di posisi sembilan.

Namun setelah itu, Dovizioso anjlok. Dua kali secara beruntun gagal finis sementara pada seri teranyar di Belanda lalu, dia cuma menuntaskan balapan di posisi 12.

Hasil itu menandai penurunan performa Ducati di delapan seri yang sudah berjalan. Pada tiga seri pertama, jarak pebalap terbaik mereka selalu di bawah tiga detik dari pemenang balapan.

Namun di lima balapan berikutnya, hanya satu kali mereka finis di bawah jarak enam detik dari sang juara. Sedangkan di empat balapan yakni Spanyol, Prancis, Catalunya, dan Belanda, mereka finis dengan selisih di atas 10 detik dari pemenang.

Catatan ini disadari Dovizioso. Menuju balapan di sirkuit Sachsenring akhir pekan ini, dia berharap bisa kembali dekat dengan barisan terdepan.

 

“Dalam beberapa balapan terakhir mungkin kami telah kehilangan sedikit kecepatan dibandingkan rival-rival kami. Bahkan meski rekan setim saya melakukan pekerjaan yang bagus di Assen, dia cuma bisa melintasi garis finis dengan cara sedemikian rupa di belakang para pemimpin balapan,” kata Dovizioso dikutip Crash.

“Kesannya adalah bahwa lawan-lawan kami telah meningkatkan performa mereka dan memperlebar gap. Bagaimanapun, setiap sirkuit punya karakter yang berbeda-beda.”

“Kami akan mencoba lebih dekat di Sachsenring. Saya rasa sirkuit Jerman sedikit pendek dan sempit untuk motor MotoGP, tapi GP15 terbukti kompetitif di setiap sirkuit. Kami harus terus bekerja untuk mencoba mendapatkan hasil sebaik mungkin setiap akhir pekan,” tambahnya.

Selisih waktu pebalap terbaik Ducati tiap seri dengan pemenang.

Qatar: +0.174s (Dovizioso, posisi 2)
Austin: +2.354s (Dovizioso, posisi 2)
Argentina: +5.685s (Dovizioso, posisi 2)
Jerez: +27.021s (Iannone, posisi 6)
Le Mans: +12.380s (Dovizioso, posisi 3)
Mugello: +5.563s (Iannone, posisi 2)
Catalunya: +24.925s (Iannone, posisi 4)
Assen: +19.109s (Iannone posisi 4). (hnm)

Artikel: kontakperkasa futures.