PT KONTAK PERKASA FUTURES – Harga emas bergerak lebih rendah di sesi perdagangan Eropa pada hari Rabu, dengan investor memandang ke depan pada hasil pertemuan kebijakan Federal Reserve bulan Juli nanti malam untuk mengetahui arah baru suku bunga AS di masa depan.

Sementara Fed diharapkan tidak mengambil tindakan pada tingkat suku bunganya, pelaku pasar akan menganalisa dengan mendalam kata-kata dalam pernyataan kebijakan tentang petunjuk baru waktu kenaikan suku bunga dalam beberapa bulan ke depan.

Rangkaian data AS yang lebih baik baru-baru ini diharapkan menghidupkan kembali spekulasi bahwa Fed akan menaikkan suku bunga sebelum akhir tahun. Dana berjangka Fed saat ini menghargai kesempatan 20% dari kenaikan suku bunga pada bulan September. Peluang Desember berada di 52%, dibandingkan dengan kurang dari 10% pada awal bulan ini.

Emas sensitif terhadap pergerakan tingkat suku bunga AS, dengan kenaikan suku bunga akan mengangkat biaya kesempatan memegang aset non-unggulan seperti emas batangan.

Selain rilis pernyataan Fed pada pukul 01.00 WIB dini hari nanti, ada pesanan barang tahan lama pukul 19.30 WIB dan penjualan rumah tertunda pukul 21.00 WIB.

Emas untuk pengiriman Desember di divisi Comex Bursa Perdagangan New York merosot $2,40, atau 0,18%, diperdagangkan pada $1,325.90 per troy ounce pukul 13.55 WIB. Sehari Sebelumnya, emas naik tipis $1,10, atau 0,08%.

Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama lain, berada di 97,30 pada hari Rabu, tidak jauh dari tertinggi lebih dari empat bulan 97,59 yang disentuh pada hari Senin, didorong oleh prospek kebijakan moneter divergen antara Fed dan bank sentral global lainnya.

Penguatan dolar AS biasanya memberatkan emas, karena menguranig daya tarik logam kuning sebagai aset alternatif dan membuat komoditi yang dihargakan dalam dolar lebih mahal bagi para pemegang mata uang lainnya.

Logam kuning tetap terdukung di tengah spekulasi bank sentral di Eropa dan Asia akan meningkatkan stimulus moneter dalam beberapa bulan ke depan untuk menghambat gejolak ekonomi negatif dari Brexit.

Emas naik hampir 25% sepanjang tahun ini, didorong oleh kekhawatiran atas pertumbuhan ekonomi global dan ekspektasi stimulus moneter. Ekspektasi stimulus moneter cenderung menguntungkan emas, karena logam ini dipandang sebagai penyimpan nilai dan pelindung nilai inflasi yang aman.

Harga emas melonjak ke posisi tertinggi lebih dari dua tahun di $1,377.50 Sebelumnya pada bulan Juli, karena kekhawatiran seputar pertumbuhan global terbangun dari Inggris keluar dari Uni Eropa membuat investor membanjiri aset safe-haven. (hnm) – KONTAK PERKASA FUTURES