Emas Jatuh dari Dua Pekan Tertinggi Terkait Reli serta Turunnya Demand ChinaBloomberg, (06/01) — Komoditi emas terjatuh dari level tertingginya selama lebih dari dua pekan terakhir, yang telah memangkas sebuah rebound dari penurunan tahunan terburuk sejak 1981, pada spekulasi bahwa kenaikan harga akan memangkas demand di Asia, yang merupakan kawasan konsumen terbesar dunia.

Bullion untuk pengiriman cepat turun sebanyak 0.3% menuju ke level harga $1,233.15 per ons dan diperdagangkan dilevel harga $1,235.45 pada jam 8:53 pagi di Singapura, harga yang telah menyentuh enam bulan terendah dilevel harga $1,182.27 pada tanggal 31 Desember sebelumnya naik 0.4% menuju ke level tertingginya sejak tanggal 18 Desember dilevel harga $1,242.

Sejak bulan Oktober tahun kemarin logam kuning tersebut mengalami kenaikan terbanyak sebesar 2% dipekan kemarin, terhadap sinyal meningkatnya demand di China, sedangkan premium untuk pengiriman cepat dinegara tersebut pada hari ini berada dilevel kisaran harga $15.43 per ons, turun dari level harga $29.63 ditanggal 30 Desember yang lalu, ketika volume untuk kontrak acuan pada Shanghai Gold Exchange menyentuh sepekan tertinggi sebanyak 13,144 Kg, dengan volume 10,846 Kg pada tanggal 3 Januari.

Data hari ini menunjukkan bahwa sektor jasa A.S dan pesanan pabrik mengalami kenaikan, mensupport keputusan the Fed pada tanggal 18 Desember guna mengurangi pembelian obligasi bulanan menjadi sebesar $75 Milyar dari level $85 Milyar dibulan ini, sementara bulan lalu bullion turun 28%, yang terbanyak sejak 1981, sebagian disebabkan oleh kegagalan pencetakan uang bank sentral untuk memicu inflasi dan menguatnya ekonomi global.

Data Bloomberg memperlihatkan bahwa kontrak berjangka untuk pengiriman Februari turun 0.3% ke level $1,234.80 pada bursa Comex di New York, dalam perdagangan yang berada 13% diatas rata-rata 100 hari terakhir untuk saat ini, terdapat 15 analis yang disurvey oleh Bloomberg memperkirakan kenaikan emas dipekan ini, dengan dua analis yang mengatakan bearish dan empat yang netral, yang merupakan proporsi kenaikan tertinggi sejak Desember 2012.
Selain itu komoditi perak turun 0.2% ke level harga $20.1102 per ons.

 Artikel: kontakperkasa futures.