Emas Kembali Berkilau Ditengah Resiko Gejolak China & Yunani KontakPerkasa Futures, Emas rebound dari level 3 bulan terendah pada spekulasi Federal Reserve yang memicu kembali kenaikan suku bunga di tengah risiko gejolak ekonomi China dan krisis utang Yunani.

Bullion untuk pengiriman segera berada di level $ 1,160.02 per ons pada pukul 9:33 pagi di Singapura dari level sebelumnya $ 1,159.43 pada hari Kamis, menurut harga dari Bloomberg. Sementara logam mulia tersebut rebound sejak hari Rabu jatuh ke level $ 1,147.36, yang merupakan level terendahnya sejak 18 Maret lalu, tetap melemah 0,7 % sepanjang minggu ini.

Emas turun 2,1 % selama tahun ini pada prospek kenaikan suku bunga AS, yang mendorong penguatan dolar dan menekan daya tarik logam. Risalah pertemuan Federal Reserve bulan Juni, yang diumumkan Rabu, menunjukkan pejabat berpikir bahwa pengetatan kebijakan moneter tetap diperlukan, meskipun kekhawatiran atas risiko dari luar negeri. Investor akan mendapatkan petunjuk lebih lanjut tentang prospek bank sentral ketika Ketua Janet Yellen berbicara pada Jumat ini.

Yunani mengajukan proposal untuk mencari dana pinjaman bailout sebesar 53.5 miliar ($ 59.2 miliar) minimal 3 tahun dengan imbalan reformasi dan pemotongan belanja yang serupa dengan yang diminta oleh kreditur. Akan dibahas pada pertemuan puncak para pemimpin Eropa akhir pekan ini untuk menentukan apakah Yunani akan mendapatkan bailout baru, atau dipaksa untuk meninggalkan mata uang tunggal.

Pasar saham di China kemarin rebound setelah langkah-langkah oleh pembuat kebijakan untuk menghentikan gejolak saham negara tersebut yang telah mendorong penurunan di pasar saham global dan komoditas.

Emas berjangka untuk pengiriman Agustus sedikit berubah pada level $ 1,158.20 per ons di Comex New York. Sedangkan perak untuk pengiriman segera berada di level $ 15,4305 per ons dari level kemarin $ 15,412, ketika harga naik untuk hari kedua.

Platinum berada di level $ 1,026.48 per ons dari level kemarin $ 1,024.85, ditetapkan untuk penurunan sebesar 5,3 % sepanjang minggu ini. Logam merosot ke level $ 1,010.26 pada hari Rabu, level 6 tahun terendah. Sementara itu, Palladium naik 0,4 % ke level $ 641,35 per ons setelah kemarin turun 2,5 %. Palladium merosot 6,5 % selama pekan ini, penurunan terbesarnya sejak Juni 2013 lalu. (hnm)

 

Artikel: kontakperkasa futures.