PT KONTAK PERKASA FUTURES – Harga emas semakin mantap di sesi perdagangan Amerika pada hari Selasa, setelah data inflasi AS yang mengecewakan harapan kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve dalam waktu dekat, terus membebani dolar.

Departemen Perdagangan AS mengatakan bahwa harga konsumen tidak berubah pada bulan Juli dari bulan sebelumnya, dibandingkan dengan ekspektasi kenaikan 0,1%. CPI, tidak termasuk makanan dan komponen energi yang volatil, naik tipis 0,1%. Dalam 12 bulan sampai Juli, CPI inti naik 2,2%.

Pada saat yang sama, Departemen Perdagangan AS mengatakan perumahan dimulai naik 2,1% di bulan lalu ke laju tahunan 1,21 juta, sementara izin bangunan turun 0,1% menjadi 1,15 juta.

Laporan yang mengecewakan itu membuat investor untuk menahan kembali harapan kenaikan suku bunga AS berikutnya. Dana Fed berjangka saat ini hanya menghargaikesempatan 9% dari kenaikan suku bunga pada bulan September. Peluang Desember berada di sekitar 42%.

Emas sensitif terhadap pergerakan suku bunga AS, yang mengangkat biaya kesempatan memegang aset non-unggulan seperti emas batangan. Kenaikan bertahap tingkat suku bunga yang lebih tinggi dipandang kurang mengancam harga emas daripada rangkaian peningkatan yang cepat.

Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, merosot ke level terendah tujuh minggu 94,38. Harga terakhir berada di 94,80, anjlok 0,8% pada hari ini.

Pelemahan dolar biasanya menguntungkan emas, karena meningkatkan daya tarik logam tersebut sebagai aset alternatif dan membuat komoditi yang dihargakan dalam dolar lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.

Emas untuk pengiriman Desember di divisi Comex Bursa Perdagangan New York naik $7,45, atau 0,55%, diperdagangkan pada $1,355.00 per troy ounce pukul 19.42 WIB.

Sehari sebelumnya, emas terdorong naik $4,30, atau 0,32%, setelah data menunjukkan indeks kondisi manufaktur Federal Reserve New York tiba-tiba berkontraksi pada bulan Agustus, meningkatkan kekhawatiran kekuatan pertumbuhan ekonomi kuartal ketiga.

Logam kuning menyentuh level tertinggi lebih dari dua tahun di atas level $1.370 pada awal bulan ini sebelum datang di bawah tekanan akibat laporan pekerjaan AS yang kuat menghidupkan kembali spekulasi kenaikan suku bunga AS dalam beberapa bulan mendatang.

Tapi harapan itu pudar setelah rangkaian rilis terbaru dari data yang tiba-tiba melemah, termasuk penjualan ritel dan produktivitas non pertanian.

Sepanjang tahun ini, logam mulia naik hampir 26%, didorong oleh kekhawatiran atas pertumbuhan global dan ekspektasi stimulus moneter. (hnm) – KONTAK PERKASA FUTURES