PT KONTAK PERKASA FUTURES – Emas terdorong lebih tinggi di sesi perdagangan Amerika pada Rabu malam, memantul dari level terendah dua minggu yang disentuh semalam, dengan investor menilai kemungkinan pelonggaran moneter oleh bank sentral global.

Emas untuk pengiriman Agustus di divisi Comex Bursa Perdagangan New York merosot ke level terendah intraday di $1,328.10 per troy ounce, level yang tidak terlihat sejak 1 Juli. Harga terakhir diperdagangkan pada $1,342.50 pukul 19.35 WIB, naik $7,20, atau 0,54%.

Bank of England akan membuat pengumuman kebijakan pada hari Kamis, dengan beberapa analis mengharapkan penurunan suku bunga.

Sementara itu, di Jepang, Perdana Menteri Shinzo Abe mengatakan kepada menteri ekonomi, Selasa, untuk mengkompilasi paket stimulus ekonomi pada akhir bulan ini agar menghidupkan kembali ekonomi yang lesu.

Bank Sentral Eropa juga diharapkan banyak untuk mengambil sikap pesimis dovish ketika mengadakan peninjauan kebijakan pada minggu depan.

Ekspektasi stimulus moneter cenderung menguntungkan emas, karena logam tersebut dipandang sebagai penyimpan dan pelindung nilai inflasi yang aman.

Pelaku pasar juga berspekulasi bahwa Federal Reserve akan menunda kenaikan biaya pinjaman tahun ini, meskipun laporan pekerjaan AS yang optimis minggu lalu. Suku bunga berjangka saat ini menghargai 33% kenaikan suku bunga pada bulan Desember.

Logam mulia sensitif terhadap pergerakan suku AS. Kenaikan bertahap suku bunga lebih tinggi dipandang kurang mengancam harga emas dari rangkaian peningkatan yang cepat.

Sehari sebelumnya, emas berkurang $21,30, atau 1,57%, penurunan harian terbesar dalam tiga bulan, dengan keuntungan yang tajam diraih pasar ekuitas global mengurangi permintaan untuk logam kuning.

Emas melonjak ke posisi tertinggi lebih dari dua tahun di $1,377.50 pekan lalu, dengan ketidakpastian pertumbuhan global mengikuti voting Inggris keluar dari Uni Eropa membuat investor membanjiri aset safe haven.

Namun, ketidakpastian atas pentas politik Inggris mulai berkurang setelah penunjukan Menteri Dalam Negeri Theresa May sebagai perdana menteri Inggris Raya yang baru. May dijadwalkan resmi menjabat sebagai perdana menteri pada Rabu malam, menggantikan David Cameron yang mengundurkan diri setelah Brexit bulan lalu.

May mengatakan ia berencana untuk mendirikan sebuah departemen pemerintahan baru untuk memimpin proses penarikan negara dari Uni Eropa. Namun, masih belum jelas kapan ia akan memicu Pasal 50, yang memulai proses penarikan dari Uni Eropa.

Harga logam kuning naik hampir 27% sepanjang tahun ini di tengah memudarnya ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve dan membesarnya harapan bahwa bank sentral di seluruh dunia akan meningkatkan stimulus moneter untuk menangkal goncangan ekonomi negatif dari Brexit.

Juga di Comex, perak berjangka untuk pengiriman September naik 30,6 sen, atau 1,52%, diperdagangkan pada $20,47 per troy ounce di sesi awal perdagangan New York, sementara tembaga berjangka menguat 4,3 sen, atau 1,94%, ke $2,256 per pon, terbesar sejak 2 Mei. (hnm) – KONTAK PERKASA FUTURES