PT KONTAK PERKASA  FUTURES – Emas raih keuntungan dengan menguat di sesi Asia pada hari Rabu, setelah investor terus bertanya tentang waktu yang diharapkan keluarnya pemberitahuan Inggris dari Uni Eropa.

Di divisi Comex Bursa Perdagangan New York, emas untuk pengiriman Agustus naik 0,33% menjadi $1.322,30 per troy ounce.

Perak berjangka untuk pengiriman Agustus melonjak 1,17% menjadi $18,098 per troy ounce, sementara tembaga berjangka turun 0,83% menjadi $2,163 per pon.

Pound melemah pada Rabu di Asia setelah Perdana Menteri Inggris Raya David Cameron mengatakan kepada pemimpin Eropa bahwa mereka akan menawarkan Inggris Raya kontrol lebih atas imigrasi pada akhir hari pertemuan tersebut di mana politisi seluruh Eropa bersilang pendapat tentang makna dan konsekuensi dari Brexit minggu lalu.

Semalam, emas turun sedikit dengan mengambil jeda dari reli terinspirasi Brexit, akibat investor mengunci keuntungan setelah logam mulia melonjak ke level tertinggi 27-bulan.

Pada hari Senin, emas tetap terdukung dalam aksi jual perdagangan yang luas sementara itu investor memindahkan asetnya demi keamanan ke safe haven dari saham bank zona euro yang tenggelam. Akibatnya, Emas telah menjadi pilihan yang lebih disukai investor bersama dengan obligasi pemerintah berisiko rendah dan mata uang: seperti Dollar AS, Yen Jepang dan Swiss Franc.

Selama di Parlemen Eropa, Senin, Perdana Menteri Inggris Raya David Cameron mengatakan bahwa tidak akan segera menggunakan Pasal 50, ketentuan dari Perjanjian Lisbon, yang memulai proses dua tahun bagi negara anggota untuk meninggalkan blok Eropa. Setelah kedatangannya di Brussels, Cameron mengatakan kepada wartawan bahwa saya ingin proses keberangkatan Inggris dari Uni Eropa menjadi “sekonstruktif mungkin,” untuk menghindari hubungan rumit dengan mitra dagang utamanya.

“Negara ini adalah tetangga kami, teman-teman kami, sekutu kami, mitra kami dan saya sangat berharap kami akan menemukan hubungan yang sedekat mungkin dalam hal perdagangan, kerjasama dan keamanan, karena hal tersebut baik bagi kita dan baik bagi mereka. Dan itulah semangat dalam pembahasan yang akan digelar hari ini, ” kata Cameron.

Sementara itu, pemimpin tertinggi dari seluruh kawasan euro tampaknya mengadopsi pendirian keras terhadap Inggris Raya. Sementara dalam menyikapinya, Kanselir Jerman Angela Merkel menolak usulan dari mantan walikota London Boris Johnson yang akan memungkinkan Inggris untuk menerima akses ke pasar tunggal Eropa sementara pada saat bersamaan memberlakukan batasan jumlah yang akan sangat membatasi imigrasi ke Inggris Raya. Dalam sebuah wawancara dengan CNN, PM Italia Matteo Renzi menggemakan sentimen. (hnm) – KONTAK PERKASA FUTURES