PT KONTAK PERKASA  FUTURES – Emas raih keuntungan di sesi Asia pada hari Selasa ini, dengan investor terus mengamati proses politik di Inggris yang bisa memakan waktu berbulan-bulan sebelum rencana pasti untuk keluar dari Uni Eropa diajukan.

Di divisi Comex Bursa Perdagangan New York, emas untuk pengiriman Agustus naik 0,25% menjadi $1,328.00 per troy ounce.

Perak untuk pengiriman Agustus raih 0,30% ke $17,820 per troy ounce, sementara tembaga berjangka untuk pengiriman September datar di $2,129 per pon.

Semalam, emas ditutup sedikit lebih tinggi pada hari Senin, masih di dekat level tertinggi dua tahun, karena investor terus memindahkan & mengamankan asetnya di tengah keputusan yang mengejutkan bahwa pemilih di Inggris Raya menyetujui berpisah dari Uni Eropa di minggu lalu.

Hal tersebut datang satu sesi setelah emas melonjak hampir $100 per ounce menjadi $1,362.45, karena pasar di seluruh dunia tersentak oleh hasil yang mengejutkan dalam referendum bersejarah Brexit di hari Jumat. Sejak dibuka di awal tahun ini di $1,075 per ounce, logam mulia telah melonjak hampir 25% sepanjang tahun ini. Dengan tiga hari tersisa di bulan Juni ini, Emas menguat dengan kecepatan terkuat dalam satu setengah tahun di lebih dari satu dekade.

Di London, Perdana Menteri Inggris Raya David Cameron mengambil langkah-langkah untuk menenangkan rakyatnya dan pasar secara keseluruhan setelah Pound Inggris turun tajam lebih dari 3% untuk jatuh ke posisi terendah baru 31 tahun terhadap dolar AS. Pada penutupan pasar kawasan euro, GBP/USD mencapai 1,3204, turun 3,45%. Pound Sterling telah jatuh sekitar 10% karena kampanye “Pergi” memenangkan hasilnya pada Jumat lalu.

Dalam sebuah pidato di depan Parlemen pada Senin malam, Cameron menekankan Bahwa selama hasil referendum tersebut bukan hasil yang ia sukai, hal itu adalah keputusan yang akan ia hormati bersama dengan anggota kabinet lainnya. Cameron juga mengatakan bahwa Inggris Raya telah menciptakan suatu layanan publik baru yang khusus dirancang untuk membahas pemisahan dari Uni Eropa. Sementara Cameron berkata pada Jumat lalu bahwa ia berencana untuk meninggalkan kantor pada bulan Oktober, pemerintahannya mengumumkan pada hari Senin bahwa perdana menteri baru akan digelar pada tanggal 2 September. Cameron menekankan bahwa perekonomian domestik tetap berada dalam pijakan yang kokoh dengan inflasi stabil dan rendah serta tingkat pengangguran yang juga relatif rendah.

Di samping itu, ia berkata kepada parlemen bahwa sistem keuangan sekarang “substansinya lebih tangguh” daripada enam tahun lalu, dengan kebutuhan modal tetap 10 kali lebih tinggi dari Krisis Keuangan. Perdana menteri Inggris juga menegaskan Bank of England telah menyiapkan dana likuiditas tambahan sebesar £250 miliar untuk mendukung bank-bank nasional dan pasar keuangan.

“Jelas bahwa pasar sangat volatil, beberapa perusahaan mempertimbangkan investasinya dan kami tahu kami berlayar masih jauh dari daratan. Namun, kami harus ambil kepercayaan dari kenyataan itu bahwa Inggris siap untuk menghadapi tantangan di masa depan bagi kita dengan kekuatan,” Cameron berkata di pidatonya.

“Pasar mungkin tidak mengharapkan hasil referendum tersebut tapi Treasury, Bank of England dan Otoritas keuangan kami yang lain telah menghabiskan beberapa bulan terakhir membuat rencana penting yang kuat. Tes stres bank telah menunjukkan bahwa lembaga Inggris Raya memiliki cukup ekuitas dan cadangan likuiditas untuk menahan skenario yang lebih parah dari yang negara saat ini hadapi. “

Lebih khusus, Cameron berkata kepada parlemen bahwa ia tidak akan menggunakan segera Pasal 50, ketentuan dari Perjanjian Lisbon, yang memulai proses dua tahun bagi negara anggota untuk meninggalkan blok Eropa. Meskipun Cameron diharapkan menyampaikan pidato makan malam pada hari Selasa di KTT Uni Eropa di Brussels, ia tidak akan mengambil bagian dalam diskusi dengan pemimpin blok dari 27 negara tersebut, sehari kemudian. (hnm) – KONTAK PERKASA FUTURES