Emas Merosot ke Level Sepekan Terendahnya di LondonEmas jatuh untuk hari ketiga di London, mencapai level terendah dalam satu pekan terakhir, karena prospek meningkatnya perekonomian AS dan penguatan dolar mengurangi permintaan terhadap aset safe haven.

Indeks Standard & Poor 500 naik ke rekor baru tertingginya kemarin dan laporan pendapatan perusahaan termasuk Facebook Inc melampaui estimasi. Dolar bergerak mendatar pasca mencapai level lima pekan tertingginya terhadap sekeranjang 10 mata uang utama. Bullion turun sebesar 28 persen tahun lalu terkait Federal Reserve yang akan mengurangi stimulus seiring membaik ekonomi AS.

Kerusuhan di Ukraina dan Timur Tengah membantu emas melambung sebesar 8 persen tahun ini. Separatis pro-Rusia menembak jatuh dua jet Ukraina di kawasan yang sama di mana pesawat Air Malaysia jatuh, kata pemerintah, sejalan dengan Komisi Eropa mempersiapkan proposal untuk sanksi lebih lanjut terhadap Rusia. Hamas bersumpah akan terus berjuang sampai embargo Gaza diangkat dan Israel juga mengatakan tidak memiliki rencana untuk menghentikan kampanye militernya.

“Optimisme tentang kesehatan ekonomi AS” dan penguatan dolar mengurangi permintaan aset haven, Abhishek Chinchalkar, seorang analis di Mumbai berbasis AnandRathi Komoditas Ltd, mengatakan dalam laporannya hari ini. “Kecuali ada kenaikan tiba-tiba ketegangan geopolitik, risk appetite dapat terus positif. Hal ini pada gilirannya kemungkinan akan mempertahankan emas di bawah sedikit tekanan.”

Emas untuk pengiriman segera turun sebesar 0,6 persen ke level $1,297.35 per ons pukul 9:39 di London, menurut Bloomberg harga generik. Emas mencapai level $1,294.98 per ons, terendah sejak 16 Juli lalu. Emas untuk pengiriman Desember tergelincir sebesar 0,5 persen ke level $1,299.40 di Comex New York.

Artikel: kontakperkasa futures.