PT KONTAK PERKASA FUTURES – Harga emas memperpanjang kerugian dari sesi sebelumnya di perdagangan Eropa pada hari Selasa, jatuh menuju ke level terendah satu bulan, dengan investor menyesuaikan posisi menjelang pertemuan dua hari kebijakan moneter Federal Reserve yang akan dimulai hari ini.

The Fed diharapkan tidak mengambil tindakan terhadap suku bunganya di akhir pertemuan pada hari Rabu, namun pelaku pasar akan mengamati pernyataan kebijakan untuk mengetahui petunjuk baru waktu kenaikan suku bunga selama beberapa bulan ke depan.

Emas untuk pengiriman Desember di divisi Comex Bursa Perdagangan New York merosot $2,40, atau 0,18%, diperdagangkan pada $1,324.80 per troy ounce pukul 13.53 WIB.

Sehari sebelumnya, emas jatuh ke sesi terendah $1,311.10 per troy ounce, tepat di atas terendah satu bulan $1,310.70, dengan harapan baru kenaikan suku bunga Federal Reserve tahun ini mendorong dolar AS menguat.

Rangkaian data AS yang lebih baik baru-baru ini, diharapkan menghidupkan kembali spekulasi bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga sebelum akhir tahun. Suku bunga berjangka saat ini menghargai kesempatan 45% dari kenaikan suku bunga pada bulan Desember, dibandingkan kurang 20% dari seminggu yang lalu dan naik dari 9% pada awal bulan ini.

Emas sensitif terhadap pergerakan tingkat suku bunga AS. Kenaikan suku bunga akan mengangkat biaya kesempatan memegang aset non-unggulan seperti emas batangan.

Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama, berada di 97,05 Selasa, tidak jauh dari level teringgi lebih dari empat bulan 97,59, didorong oleh prospek kebijakan moneter divergen antara Fed dan bank sentral global lainnya.

Penguatan dolar AS biasanya membebankan emas, karena mengurangi daya tarik logam kuning sebagai aset alternatif dan membuat komoditi yang dihargakan dalam dolar lebih mahal bagi para pemegang mata uang lainnya.

Logam kuning tetap terdukung di tengah spekulasi bank sentral di Eropa dan Asia akan meningkatkan stimulus moneter dalam beberapa bulan ke depan untuk menahan gejolak ekonomi negatif dari Brexit.

Emas naik hampir 25% sepanjang tahun ini, didorong oleh kekhawatiran atas pertumbuhan global dan ekspektasi stimulus moneter. Ekspektasi stimulus moneter cenderung menguntungkan emas, karena logam tersebut dipandang sebagai penyimpan dan pelindung nilai inflasi yang aman.

Harga emas melonjak ke posisi tertinggi lebih dari dua tahun di $1,377.50 pada awal Juli, setelah kekhawatiran seputar pertumbuhan global mengikuti referendum Inggris keluar dari Uni Eropa, membuat investor membanjiri aset safe haven. (hnm) – KONTAK PERKASA FUTURES