PT KONTAK PERKASA  FUTURES – Emas di sesi Asia pada hari Senin ini reli dengan terus raih keuntungan di minggu lalu setelah hasil mengejutkan referendum Inggris Raya yanng memutuskan untuk meninggalkan Uni Eropa dengan para investor menunggu setiap isyarat langkah berikutnya dari Inggris dan kemungkinan merespons kebijakan Jepang yang telah melihat yen melambung dalam menanggapi permintaan sebagai aset safe-haven.

Emas untuk pengiriman Agustus di divisi Comex Bursa Perdagangan New York naik 0,93% menjadi $1,224.65 per troy ounce. Perak menguat 0,54% ke $17,910 per troy ounce, sementara tembaga berjangka melemah 0,38% ke $2,108 per pon.

Pada minggu ini, volatilitas pasar diperkirakan akan tetap tinggi setelah pasar saham global bergejolak dengan menderita kerugian lebih dari $2 triliun nilainya pada hari Jumat lalu dan pound jatuh berkurang 10%.

Ketua Federal Reserve Janet Yellen akan berbicara di konferensi bank sentral ECB di Portugal pada hari Rabu, dengan investor terus mencari indikasi tentang bagaimana Brexit akan mengubah prospek ekonomi AS dan kebijakan suku bunga.

AS akan merilis perkiraan revisi pertumbuhan kuartal pertama, Selasa.

Pekan lalu, harga emas reli ke level tertinggi dua tahun pada hari Jumat setelah hasil referendum Inggris Raya yang mengejutkan keluar dari Uni Eropa, dengan investor membanjiri emas batangan dan aset safe haven lainnya. Harga emas menyentuh level puncak di $1,358.20 keuntungan terbesar dalam satu hari sejak September 2013 dan penutupan tertinggi sejak Agustus 2014, setelah Brexit Inggris Raya menang dengan suara hampir 52% terhadap 48% pada hari Jumat lalu untuk melepaskan diri dari blok perdagangan terbesar di dunia.

Perdana Menteri Inggris David Cameron, mendukung kampanye Tetap yang gagal, mengundurkan diri setelah hasil akhir referendum diumumkan.

Keputusan tersebut meningkatkan kekhawatiran atas prospek ekonomi global dan memicu penurunan bersejarah pada saham dan mata uang.

Logam mulia ini naik hampir 25% sepanjang tahun ini, didorong oleh kekhawatiran atas pertumbuhan global dan penerapan suku bunga negatif oleh bank sentral.

Emas juga telah didorong oleh pemangkasan proyeksi jumlah kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve yang direncanakan di tahun ini.

Suku bunga yang lebih rendah cenderung membantu emas, dengan emas terus berjuang untuk bersaing dengan aset investasi terkait imbal hasil saat suku bunga. (hnm) – KONTAK PERKASA FUTURES