PT KONTAK PERKASA  FUTURES – Harga emas tergelincir di sesi Asia pada hari Kamis, setelah investor mengunci keuntungan baru-baru ini dan menunggu isyarat baru tentang upaya lobi Inggris mencari jalan keluar dari Uni Eropa.

Di divisi Comex Bursa Perdagangan New York, emas untuk pengiriman Agustus diperdagangkan melemah 0,73% ke $1,317.25 per troy ounce.

Perak untuk pengiriman Agustus turun 0,41% menjadi $18,332 per troy ounce, sementara tembaga berjangka untuk pengiriman September datar di $2,196 per pon.

Semalam, emas naik jauh, di tengah melemahnya dolar AS, setelah fokus pasar tertuju pada konsekuensi jangka panjang yang berasal dari referendum bersejarah Brexit pada pekan lalu.

Sejak penghitungan suara Brexit ditutup Jumat lalu di Inggris, Emas telah melonjak lebih dari $60 per ounce atau 4,5%. Pada sesi-tertinggi Jumat lalu, logam mulia meruncing $1.360 untuk mencapai level tertinggi dalam 27 bulan. Dengan satu hari tersisa di bulan Juni, Emas naik lebih dari 20% sejak awal tahun ini dan hal ini merupakan kecepatan yang terkuat dalam setengah tahun pertama di lebih dari satu dekade.

Di Brussels, Presiden Dewan Eropa Donald Tusk mengatakan kepada wartawan di luar KTT Uni Eropa bahwa tidak akan memulai proses pemisahan pada setiap negosiasi di masa depan dengan Inggris Raya sampai negara itu menggunakan Pasal 50 Perjanjian Lisbon. Hal tersebut datang satu hari setelah Perdana Menteri Inggris Raya David Cameron mengatakan ia akan meninggalkan tugas untuk penggantinya ketika ia mundur dari posisi di awal September nanti. Ketika Inggris Raya menggunakan Pasal 50, pasal itu akan memulai negosiasi formal dengan Uni Eropa untuk meninggalkan blok Eropa, sebuah proses yang diharapkan membutuhkan waktu minimal dua tahun.

Selama pekan lalu, investor telah masuk ke dalam safe haven seperti emas dan obligasi pemerintah, dan juga terlibat dalam pemindahan aset demi keamanan dari Pound yang anjlok dalam. Sementara Pound Sterling naik lebih dari 1% terhadap Dolar AS pada hari Rabu ke level intraday tertinggi di 1,3533, namun masih tetap berada dekat posisi terendah 31 tahun dari awal pekan ini setelah keputusan mengejutkan dari pemilih Inggris Raya. Selama pekan lalu, GBP/USD telah jatuh hampir 10%. (hnm) – KONTAK PERKASA FUTURES