5Emas turun dari level tertinggi dalam tiga pekan terakhir seiring dolar menguat di tengah prospek kenaikan biaya pinjaman AS membalas langkah China yang melakukan pengakasan suku bunga acuan dan BOE berkomitmen untuk mengembalikan laju inflasi.

Bullion untuk pengiriman segera hilang sebanyak 0,2 persen ke level $1,198.86 per ons sebelum ditransaksikan pada level $1,200.37 pukul 14:05 di Singapura, menurut harga generik Bloomberg. Logam naik ke level $1,207.93 pada jumat lalu, tertinggi sejak 30 Oktober, mencatat kenaikan mingguan ketiga secara berturut-turut. Emas untuk pengiriman Februari naik sebesar 0,2 persen ke level $1,200.50 per ons di Comex.

Emas jatuh dalam dua bulan terakhir sampai Oktober seiring Federal Reserve mendekat untuk menaikkan suku bunga. Pembuat kebijakan The Fed mengatakan dampak lemahnya pertumbuhan ekonomi di luar negeri “mungkin sangat terbatas” di AS, menurut risalah rapat bank sentral bulan Oktober yang dirilis pada 19 November lalu. Indeks Spot Dolar Bloomberg, yang melacak dolar terhadap 10 mata uang utama, menuju penutupan tertingginya sejak 2009 lalu.

Prospek kenaikan suku bunga mengurangi daya tarik emas, yang umumnya menawarkan investor kembali hanya melalui kenaikan harga. Emas naik 70 persen dari Desember 2008 sampai Juni 2011 seiring pembelian surat hutang oleh The Fed dan mempertahankan tingkat suku bunga AS mendekati nol persen dalam upaya untuk menopang pertumbuhan ekonomi.

Sementara The Fed mengakhiri pembelian obligasi stimulatif, Sementara China pekan lalu menurunkan suku bunga untuk pertama kalinya sejak 2012 untuk meningkatkan dukungan bagi perekonomian terbesar kedua di dunia. Bank of Japan memperluas stimulus moneternya pada bulan Oktober dan Presiden Mario Draghi mengatakan pada jumat lalu Bank Sentral Eropa harus mendorong inflasi lebih cepat dan akan memperluas pembelian aset jika diperlukan.

Indeks Spot Dolar Bloomberg stagnan pada level 1,100.15 dari 21 November ketika naik sebesar 0,2 persen ke level 1,100.05.

 Artikel: kontakperkasa futures.