PT KONTAK PERKASA  FUTURES – Sterling dan euro berbalik arah dari level tertinggi pada Jumat dini hari ini di tengah kegelisahan atas hasil referendum bersejarah Inggris Raya apakah harus tetap di Uni Eropa, masih membayangi.

GBP/USD terakhir berada di 1,4775, masih naik 0,46% di hari ini, setelah naik ke puncak 1,4947 sebelumnya, level terkuat sejak akhir Desember.

Pound mencapai level tertinggi hari ini setelah jajak pendapat, yang dilakukan oleh perusahaan poling Ipsos MORI untuk koran Evening Standard, menunjukkan bahwa kampanye “Tetap” memimpin perolehan suara dalam referendum tersebut.

Poling Ipsos MORI menunjukkan bahwa 52% pemilih ingin tetap di Uni Eropa, dibandingkan dengan 48% mendukung kampanye “Pergi”.

Sterling terdorong naik pada hari Rabu kemarin setelah jajak pendapat menunjukkan bahwa dukungan untuk kampanye “Tetap” beranjak memimpin.

TPS akan ditutup pada pukul 04.00 WIB, Jumat pagi, dan hasil akhir sekitar pukul 13.00 WIB, Jumat siang.

Para investor khawatir bahwa voting Brexit akan memukul saham global, obligasi dan mata uang, khususnya pound, dan beberapa analis memperkirakan bisa merosot sebesar 15%.

Reuters melaporkan pada hari Kamis ini bahwa pemimpin keuangan dunia pendiri negara G7 akan mengeluarkan pernyataan yang menekankan kesiapan mereka untuk mengambil semua langkah yang diperlukan untuk menenangkan pasar dalam hal voting Brexit.

Lembaga pemeringkat Standard and Poor mengatakan hari Kamis ini juga bahwa peringkat kredit Inggris, AAA, akan diturunkan dalam waktu singkat jika Inggris Raya memutuskan untuk keluar

Sterling sedikit berubah terhadap euro, dengan EUR/GBP di 0,7678, setelah pasangan ini jatuh ke level terendah lebih dari tiga minggu di 0,7624 sebelumnya.

Euro dipangkas keuntungan terhadap dolar, dengan EUR/USD bertahan naik 0,49% di 1,1353, dari level tertinggi di 1,1421.

Dolar tetap menguat terhadap safe haven yen, dengan USD/JPY hingga mencapai 1,28% ke 105,74, pulih dari lubang dua tahun di 103,53 yang terjadi di hari Kamis pekan lalu.

Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,33% pada 93,50.

Di AS, data menunjukkan bahwa klaim pengangguran awal turun kurang dari yang diperkirakan pekan lalu.

Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan jumlah klaim pengangguran awal jatuh ke 259.000 dalam pekan yang berakhir 18 Juni, dari 277.000 di minggu sebelumnya. Ini merupakan penurunan terbesar sejak bulan Februari dan tidak jauh dari level terendah 43 tahun yang terjadi pada bulan Maret.

Para ekonom telah memperkirakan penurunan lebih ringan sekitar 270.000.

Laporan lain menunjukkan bahwa penjualan rumah baru AS menurun 6,0% pada bulan Mei, setelah mencapai level tertinggi lebih dari delapan tahun di bulan April. (hnm) – KONTAK PERKASA FUTURES