PT KONTAK PERKASAEuro tambah kejatuhan di sesi Asia di hari Senin menyentuh level terendah 20 bulan setelah Perdana Menteri Italia Matteo Renzi mengundurkan diri akibat menderita kekalahan yang memalukan dalam referendum untuk mengubah konstitusi negara.

EUR/USD dikutip turun 1,03% ke 1,0553 karena kekhawatiran atas kesehatan sistem perbankan Italia yang membesar setelah hasil referendum konstitusi pada hari Minggu diketahui bahwa pemilih menolak pergerakan dalam membatasi kekuatan majelis tinggi negara.

Di tempat lain, Perdana Menteri Selandia Baru John Key mengatakan ia akan mengundurkan diri, sehingga jelas dia tidak akan menjabat untuk yang keempat kalinya. NZD/USD jatuh 0,73% ke 7.089 setelah pengumuman.

Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,75% ke 101,51.

USD/JPY berpindah ke 113,60, naik 0,07% dan AUD/USD diperdagangkan pada 0,7432, turun 0,25%.

Di Asia, Australia dilaporkan persediaan bisnis kuartal ketiga melonjak 0,8%, jauh di atas kenaikan 0,2% terlihat. Di China, PMI Jasa Caixin menguat 53,1, tingkat tertinggi 16 bulan dan jauh di atas tingkat 52,7 diharapkan untuk bulan November, dan naik dari 52,4 bulan sebelumnya.

Kemudian pada hari Senin, Inggris Raya akan merilis data aktivitas sektor jasa dan Institute for Supply Management akan melepas PMI non-manufaktur. Presiden Fed New York William Dudley akan berpidato tentang prospek ekonomi makro di New York. Kepala Fed St. Louis James Bullard akan berpidato pada sebuah acara di Arizona.

Pekan lalu, dolar merosot terhadap sekeranjang mata uang utama pada hari Jumat setelah data menunjukkan bahwa sementara ekonomi AS menambahkan pekerjaan lebih dari perkiraan pertumbuhan upah bulan lalu yang mengalami penurunan.

Departemen Tenaga Kerja mengatakan ekonomi AS menambahkan 178.000 pekerjaan pada bulan November dari bulan sebelumnya, sementara tingkat pengangguran turun menjadi 4,6%, level terendah dalam sembilan tahun.

Para ekonom telah memperkirakan upah nonpertanian naik 175.000 di bulan lalu dan tingkat pengangguran tidak berubah pada 4,9%.

Namun, laporan ini juga menunjukkan bahwa rata-rata penghasilan per jam turun 0,1% dari bulan Oktober, sementara itu tingkat pertumbuhan upah tahunan melambat menjadi 2,5% dari 2,8% pada bulan Oktober. Laporan itu menggarisbawahi kasus Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga AS pada pertemuan 13-14 Desember yang akan datang, tetapi data upah yang lemah membayangi prospek kenaikan suku bunga lebih lanjut di tahun 2017. (hnm) – PT KONTAK PERKASA