PT KONTAK PERKASA FUTURES – EUR/USD melejit tajam pada Kamis subuh ke level tertinggi 1 minggu. Dolar dan imbal hasil obligasi AS secara tak terduga jatuh di akhir sesi setelah Federal Reserve mempertahankan suku bunga stabil pada pertemuan di Washington DC.

Pada sesi-tertinggi, pasangan mata uang bertengger di 1,1071, sebelum jatuh kembali sedikit ke 1,1058 pada penutupan perdagangan AS, naik 0,0071 atau 0,65% pada sesi itu. Sebelum rilis, euro jatuh serendah 1,0966 terhadap dolar dan melayang di dekat posisi terendah empat bulan. Meskipun reli Kamis subuh, euro masih jatuh sekitar 3% terhadap Dolar pengaruh dari para pemilih di Inggris Raya tiba-tiba menyetujui referendum untuk meninggalkan Uni Eropa pada 24 Juni.

EUR/USD kemungkinan mendapat support di 1,0909, terendah 24 Juni dan temukan resistance di 1,1184, tertinggi 5 Juli.

Pada Rabu sore, Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) hasilkan voting 9-1 untuk tetap pada kisaran target Suku Bunga Acuan tidak berubah pada tingkat antara 0,25 dan 0,50%. Terutama, FOMC mengatakan dalam pernyataan kebijakan moneter bulan Juli-nya bahwa risiko jangka pendek prospek ekonomi telah berkurang, sementara aktivitas ekonomi sejak komite terakhir bertemu pada bulan Juni telah berkembang pada tingkat yang moderat. Presiden Fed Kansas City Esther George menjabat sebagai satu orang yang berbeda pendapat sendiri.

Pada bulan Desember, FOMC meninggalkan tujuh tahun kebijakan suku bunga nol dengan menaikkan Suku Bunga Acuan sebesar 25 basis poin. Ini mewakili tingkat kenaikan pertama oleh Fed dalam hampir satu dekade. Meskipun FOMC mengatakan Desember lalu bahwa bisa menaikkan suku bunga sebanyak empat kali pada tahun 2016, Komite malah menurunkan proyeksi median untuk hanya dua tingkat kenaikan di tahun ini, dalam proyeksi yang dirilis pada bulan Juni.

“Komite memperkirakan bahwa kondisi ekonomi akan berkembang dengan cara yang akan menjamin kenaikan secara bertahap di suku bunga acuan; suku bunga acuan akan tetap, untuk beberapa waktu, di bawah tingkat yang diharapkan untuk bertahan dalam jangka panjang,” FOMC mengatakan dalam pernyataan Juli. “Namun, jalan yang sebenarnya dari suku bunga acuan akan tergantung pada prospek ekonomi yang diinformasikan oleh data yang masuk.”

Selain itu, FOMC mencatat bahwa langkah-langkah berbasis pasar inflasi tetap rendah karena inflasi terus berjalan di bawah tujuan target 2% Komite untuk jangka panjang. FOMC juga mengatakan pasar tenaga kerja sangat kuat pada bulan Juni di tengah kenaikan kuatnya pada bulan ini, sementara indikator menunjuk beberapa peningkatan penggunaan tenaga kerja.

Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun lebih dari 0,40% ke level terendah intraday di 96,71 sebelum beringsut kembali ke 96,75 pada penutupan perdagangan AS. Dalam perdagangan semalam, Senin, indeks melonjak ke 97,62, mencapai level tertinggi sejak akhir April.

Setiap kenaikan suku bunga oleh Fed tahun ini dipandang sebagai optimish bullish untuk dolar, karena investor asing menumpuk ke greenback untuk memanfaatkan hasil yang lebih tinggi.

Di wilayah euro, saham Deutsche Bank (NYSE:DB) turun hampir 4% menjadi 13,63 setelah laba kuartal kedua Bank Jerman tertekan anjlok hampir 100% secara tahunan. Pendapatan yang suram itu dirilis menjelang hasil tes stres hari Jumat yang sangat diantisipasi dari Perbankan Otoritas Eropa terhadap 51 bank terbesar di wilayah itu.

Imbal hasil AS 2 Tahun turun empat basis poin menjadi 0,722%, sementara imbal hasil AS. 10 Tahun turun lima basis poin menjadi 1,503%. Selama satu tahun terakhir, imbal hasil 10-tahun Treasury AS telah merosot lebih dari 70 basis poin. (hnm) – KONTAK PERKASA FUTURES