Evan Dimas dkk. Diharap Terbang Tinggi, Tugas PSSI Munculkan Timnas Muda BerkualitasJakarta – Tren positif yang dibangun tim nasional U-19 mendongkrak kembali dukungan masyarakat kepada tim ‘Merah Putih. Mereka juga berharap PSSI sanggup menjaga para pemain untuk cemerlang di level atas sekaligus membangun timnas muda yang bisa menyodok prestasi Evan Dimas dkk.

Kerja PSSI untuk menyiapkan tim nasional junior menghadapi kompetisi memang sudah rutin dilaksanakan. Tapi, ajang itu seakan juga rutin mengakomodasi keinginan para orang tua yang kebetulan mempunyai jabatan penting di PSSI atau teman di pengurus untuk ‘menitipkan’ anak untuk jadi bagian timnas.

Borok itu dibuka oleh penulis yang juga pelatih mental timnas U-19 Guntur Cahyo Utomo dalam buku Official Story Timnas U-19: Semangat Membatu. Indra Sjafri yang didapuk sebagai pelatih timnas U-16 bertekad mengubah tradisi tersebut. Dia bersikukuh tak memberi tempat kepada para pejabat dan teman untuk membangun timnas usia di bawah 16 tahun.

Indra mengombinasikan prinsip itu dengan blusukan ke daerah. Dia turun tangan sendiri mencari pemain ke pelosok nusantara.

Tekad dan usaha yang dilakoni Indra berbuah manis tiga tahun kemudian. Evan Dimas dkk. sukses menjadi juara Piala AFF U-19 di Sidoarjo. Mereka melanjutkan dengan hasil manis di Pra Piala Asia dengan menyabet seluruh kemenangan, termasuk atas Korea Selatan di laga terakhir.

PSSI melalui Badan Tim Nasional juga tetap membentuk timnas yang lebih muda. BTN menegaskan tak hanya fokus kepada timnas U-19 yang sudah menjadi primadona.

“Kami bikin pelatnas timnas U-16 dan 14. Sekarang kan sedang TC,” kata Sefdin Syaifudin, sekretaris BTN.

Potensi besar pemain muda Indoensia diakui pelatih Persipura asal Brasil Jacksen F. Tiago. Tapi ketidakmampuan mengelola potensi menjadi penyebab tak minimnya prestasi timnas di kancah internasional.

“Sebagai orang Brasil saya katakan kalau kita bisa mmeoles mereka dan mempunyai komitmen kita bisa menjadi kekuatan sepakbola. Ini bukan omong kosong tapi saya lihat ini sebagai embrio besar dengan potensi yang luar biasa,” kata Jacksen.

“Ada buktinya dengan muncul U-19 yang ditangani coach Indra Sjafri. Kalau bsai dijaga hingga level dewasa dan usia dini bisa menyodok ke atas, Indonesia akan jadi negara yang memainkan sepakbola.

“Turnamen di usia idni sudha bagu. Tapi selalu ada masalah setelahnya. Tim ini nantinya akan kemana? Apakah PSSI mempunyai wadah? Apakah ada klub yang siap menampung mereka. Jangan sampai jejak mereka hilang,” tegas Jacksen.

Mulai besok timnas U-19 akan menjalani ujian lebih besar. Mereka akan bergulat berebut tiket Piala Dunia U-20 tahun depan di Selandia Baru. Sebuah harapan yang tidak muluk dari Jacksen, yang justru mewakili keinginan publik untuk melihat timnas bisa terbang lebih tinggi diikuti timnas-timnas kelompok umur di bawahnya. (hnm)

Artikel: kontakperkasa futures.