PT KONTAK PERKASA FUTURES – Pound beranjak melemah terhadap dolar AS pada Selasa sore, setelah rilis data inflasi Inggris yang mengecewakan, meskipun komentar pejabat Federal Reserve batasi keuntungan greenback.

GBP/USD menyentuh sesi terendah 1,3298 pada awal perdagangan Eropa. Pasangan kemudian berkonsolidasi di 1,3317, tergelincir 0,14%.

GU cenderung temukan support di 1,3234, Senin terendah dan resistance di 1,3440, tertinggi 7 September.

Kantor Statistik Nasional Inggris Raya mengatakan indeks harga konsumen datang pada tingkat tahunan 0,6% bulan lalu, dibandingkan dengan ekspektasi kenaikan 0,7%.

Bulan-ke-bulan, harga konsumen naik 0,3% pada bulan Agustus, dibandingkan dengan estimasi naik 0,4%.

CPI inti, tidak termasuk makanan, energi, alkohol, dan biaya tembakau naik 1,3% bulan lalu, tidak berubah dari bulan Juli dan dibandingkan dengan perkiraan pembacaan 1,4%.

Sementara itu, greenback tetap berada di bawah tekanan setelah Gubernur Fed Lael Brainard peringatkan pertentangan kenaikan suku bunga yang terlalu cepat.

Dalam pidato pada hari Senin, Brainard Brainard mengatakan kemajuan ekonomi AS terus berlanjut, tetapi Fed akan lebih bijaksana untuk terus menjaga pelonggaran kebijakan.

Komentar itu muncul setelah Presiden Fed Boston Eric Rosengren mengatakan Jumat bahwa suku bunga yang rendah meningkatkan kesempatan “overheating” ekonomi AS.

Sterling juga melemah terhadap euro, dengan EUR/GBP merayap naik 0,19% ke 0,8441. (hnm) – KONTAK PERKASA FUTURES