PT KONTAK PERKASA FUTURES – Pound naik terhadap dolar AS pada hari Selasa, meskipun rilis data aktivitas konstruksi Inggris Raya yang jatuh, terdukung oleh harapan yang lebih rendah untuk kenaikan suku bunga AS di tahun ini dan data AS yang suram terus membebani greenback secara luas.

GBP/USD mencapai sesi tertinggi di 1,3238 pada awal perdagangan Eropa. Pasangan ini kemudian berkonsolidasi di 1,3218, naik 0,33%.

GU cenderung temukan support di 1,3070, terendah 27 Juli dan resistance di 1,3305, tertinggi 29 Juli.

Perusahaan riset Markit dan Chartered Institute of Purchasing & Supply (CIPS) mengatakan Indeks pembelian manajer konstruksi Inggris Raya jatuh ke 45,9 pada bulan Juli dari pembacaan bulan sebelumnya sebesar 46,0.

Ekonom telah memperkirakan indeks akan turun ke 43,8 di bulan lalu.

Data muncul sehari setelah Markit mengatakan PMI manufaktur Inggris Raya jatuh ke 48,2 bulan lalu dari pembacaan 52,1 pada bulan Juni. Ini merupakan tingkat terendah sejak awal 2013 dan lebih buruk dari laporan awal dirilis pada 22 Juli lalu yang telah menunjukkan penurunan ke 49,1 di bulan Juli.

Data yang lemah itu terus menambah kekhawatiran atas kekuatan ekonomi Inggris Raya dan memicu harapan lebih lanjut untuk penurunan suku bunga oleh Bank of England pada pertemuan kebijakannya di pekan ini.

Sementara itu, sentimen greenback masih rapuh setelah terlebih dahulu bacaan produk domestik bruto di kuartal kedua AS, Jumat, menunjukkan tingkat pertumbuhan tahunan 1,2%, jauh di bawah ekspektasi untuk 2,6%.

Data yang mengecewakan mengurangi harapan untuk kenaikan suku bunga awal dari Federal Reserve.

Sterling stabil terhadap euro, dengan EUR/GBP di 0,8470. (hnm) – KONTAK PERKASA FUTURES