PT KONTAK PERKASA FUTURES – GBP/USD jatuh dalam sesi kelima berturut-turut menabrak level di bawah 1,30 untuk pertama kalinya dalam hampir satu bulan, akibat Bank of England mengurangi target pembelian lebih dari satu miliar Pounds dari hutang jangka panjang di hari Selasa, kembali pada program Pelonggaran Kuantitatif komprehensif dalam upaya pertamanya untuk menghadang dampak buruk keputusan Brexit bersejarah bulan Juni lalu.

Pasangan mata uang ini diperdagangkan antara 1,2957 dan 1,3032, sebelum menutup sesi sore AS di 1,2997, turun 0,32%. British Pound kini telah menghapus semua keuntungan dari sesi Selasa lalu ketika melonjak lebih dari 1,5% ke intraday tertinggi 1,3366, level tertinggi dalam lebih dari dua minggu. Pound Sterling saat ini mendekati posisi terendah 31-tahun dari awal Juli ketika jatuh ke 1,2796 tercipta dari referendum bersejarah Brexit.

GBP/USD kemungkinan mendapat support di 1,2796, terendah 6 Juli dan bertemu dengan resistance di 1,3481, tertinggi 15 Juli.

Selama pelelangan terbalik Selasa di London, investor menawarkan 1,18 miliar Pounds sovereign bonds dalam waktu yang lama dengan jangka waktu lebih dari 15 tahun, jauh dari tujuan yang ditargetkan BoE sebesar 1.170 miliar. Upaya ini menandai upaya pertama BoE membeli utang jangka panjang menyusul keputusan Kamis lalu untuk menyetujui paket baru langkah-langkah pelonggaran, yang akan menanamkan tambahan £60 miliar dari kas ke Inggris melalui pembelian obligasi pemerintah. BoE mengatakan akan mengumumkan rencana untuk memperhitungkan kekurangannya pada Rabu ini, Reuters melaporkan.

Akibatnya, hasil dari Inggris Raya 10 Tahun turun lebih dari lima basis poin ke intraday terendah di 0,563% level terendah dalam catatan. Spread antara AS 10 Tahun dan Obligasi Pemerintah Inggris Raya 10 tahun tetap dekat waktu tertinggi sepanjang masa setelah imbal hasil Treasury AS 10 tahun ditutup pada 1,55% di hari Selasa, naik 19 basis poin pada bulan tersebut. Di tempat lain, Pound berada di bawah tekanan penurunan lebih lanjut dari data pabrik yang ringan setelah laporan menunjukkan bahwa data manufaktur Inggris Raya menurun 0,3% di bulan lalu, jatuh pada tingkat yang lebih tajam dari perkiraan analis untuk penurunan 0,2%.

Sementara itu, investor terus meningkatkan spekulasi kenaikan suku bunga Fed di tahun 2016 ini dengan mencerna laporan pekerjaan bulanan AS yang kuat dari akhir pekan lalu. Perangkat Fed WAtch CME Group (NASDAQ:CME) menempatkan kemungkinan kenaikan suku bunga bulan Desember sekitar 50% pada hari Selasa, jauh di atas kemungkinan sekitar 30% sebelum laporan dirilis. CME Group juga telah meningkatkan kemungkinan kenaikan suku bunga September hingga sekitar 20%, naik dari 10% minggu lalu.

Setiap kenaikan suku bunga oleh Fed tahun ini dipandang sebagai optimis bullish untuk dolar, dengan investor asing terus menumpuk aset ke greenback agar dapat memanfaatkan hasil yang lebih tinggi.

Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun lebih dari 0,20% ke level terendah intraday di 96,02. Indeks ini hampir datar selama satu bulan terakhir. (hnm) – KONTAK PERKASA FUTURES