PT KONTAK PERKASA FUTURES – Salah satu pemain paling menontol pada Giornata 2 Serie A akhir pekan kemarin adalah Andrea Belotti. Bomber Torino ini menunjukkan tanda-tanda “kejantanannya”.

Belotti mencetak trigol alias hat-trick saat timnya menghantam Bologna 5-1 di Stadion Olimpiade Torino, Turin. Ia membuatnya di menit 28, 37, dan 88.

Itulah hat-trick pertama pemain berusia 22 tahun itu dalam karier profesionalnya. Ia juga kini memimpin daftar top skorer Serie A dengan empat gol, setelah di pekan pertama mengukir satu gol kala Torino dikalahkan AC Milan 2-3.

Catatan “negatif” tentang dia dari dua pertandingan tersebut adalah, dua kali mengambil eksekusi penalti, namun dua-duanya dapat dipatahkan kiper lawan – Gianluigi Donnarumma (Milan) dan Antonio Mirante (Bologna).

“Saya rasa kiper-kiper itu sudah mempelajari pergerakan lari dan tubuhku. Malam ini Mirante melakukannya dengan baik, seperti Donnarumma sebelumnya. Itu berarti saya akan mengubah sesuatu,” ucap Belotti seperti dikutip dari situs sportface.it.

Terlepas dari kegagalan penaltinya, Belotti sedang memperlihatkan talentanya sebagai calon penyerang masa depan Italia, sebagaimana diprediksi oleh banyak pengamat sepakbola Italia.

Mengawali kariernya di klub AlbinoLeffe, bakat Belotti mulai terendus ketika mencetak 12 gol di musim 2012/2013, saat timnya bermain di Lega Pro Seconda Divisione, atau divisi empat dalam hierarki kompetisi Liga Italia.

Di musim panas 2013, Palermo yang baru terdegradasi ke Serie B memboyong Belotti dengan status pinjaman. Hasilnya tak mengecewakan. Selama satu musim pemain setinggi 181 cm itu mengoleksi 10 gol, dan ikut membantu timnya kembali promosi ke Serie A. Palermo pun mengontrak permanen pemain setinggi 181 cm itu.

Setelah dua musim membela Rosanero, Belotti dibeli Torino pada musim panas 2015. Permainannya pun semakin meningkat. Sepanjang musim lalu ia mendulang 12 gol dari 35 pertandingan, termasuk gol penaltinya di menit 48 pada 20 Maret 2016 ke gawang Juventus. Meskipun Torino kalah 1-4, tapi Belotti mengakhiri rekor tidak kebobolan Gianluigi Buffon selama 974 menit berturut-turut.

Hingga kini Belotti memang belum berhasil menembus tim senior di level timnas Italia, walaupun sudah memulainya dari level U-19, 20, dan 21. Sepertinya kesempatan itu hanya tinggal menunggu waktu.

“Tak banyak pemain seperti dia. Dia bisa memainkan dua fungsi. Dia adalah defender pertama untuk tim, yang mana itu adalah sebuah kontribusi yang penting,” puji pelatih Belotti di timnas Italia U-20, Alberigo Evani, suatu ketika.

Selain talentanya yang sedang menanjak, Belotti punya ciri khas yang sudah dikenal publik Italia, yaitu gaya perayaan gol, yang kemudian menjadi julukannya – Gallo alias “jambul ayam”. Setiap habis menjebol gawang lawan, Belotti akan menaruh telapak tangan kanannya di jidat. Katanya, dia terinspirasi oleh gaya seorang teman kecilnya – meniru-niru ayam jago. (hnm) – KONTAK PERKASA FUTURES